Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Senin, 24 September 2007

Ir. Jauhari Hora (Balon Bupati Kab. IV Lawang)

Mendapat dukungan dari IKLIVL Jakarta, Jauhari Hora ikut meramaikan bursa bakal calon Bupati Empat Lawang, ditemui dikediamannya dikawasan Kelapa dua Kebon Jeruk Jakarta Barat, Jauhari Hora dengan tekad penuh untuk mencalonkan diri pada Pilkada tahun 2008 yang akan datang.

Lahir di desa Sukadana Kecamatan Muara Pinang, 2 Mei 1957 putra pasangan Hamid Hon bin Rachmat dan Hj. Zainab binti H. Din Naranom ini telah menyiapkan strategi, dan program kerja yang akan dilaksanakan dan disosialisasikan bila terpilih sebagai Bupati Empat Lawang.

“Bersama Rakyat Siap Membangun Daerah Menuju Kabupaten Empat Lawang Mandiri untuk Mewujudkan Masyarakat Aman, Damai, Adil, Makmur dan Sejahtera” sebuah slogan yang coba diketengahkan oleh Ir.jauhari Hora pada saat pencalonan dirinya sebagai Balon Bupati Empat Lawang.

Dan juga semangat untuk mengali potensi alam yang ada dibumi Empat Lawang, “Bersama Kita Gali dan kembangkan Potensi daerah”.

Menghabiskan waktu bekerja pada PALYJA/PAM JAYA, sudah berbagai jabatan yang telah diemban oleh Jauhari Hora.

Berikut data data mengenai Ir. Jauhari hora :
Pendidikan :

- Pendidikan akhir, S1 Tekhnik Sipil Universitas Sriwijaya, bidang perencanaan & Pelaksanaan Pembangunan.

- Lebih dari 22 jenis pendidikan non formal sudah diikuti, untuk mengembangkan kariernya di PAM.

Riwayat Pekerjaan :

- Dosen AKOP, guru STMN 2, SMAN 4, SMA Bhakti Ibu dan STM Pertambangan Palembang.

- Technical, Insfector & Team Leader PT. DESERCO Palembang

- Komisaris Utama PT. FOURIR Palembang

- Direktur PT. ALMI REKA CIPTA Palembang – Tahun 1983 – 1987

- Site Manager PT. HAMMER SAKTI ( KPL B Summarecon Agung) Jakarta- Tahun 1987-1988

- Ass. Manager Building Maintanence PT. INDOMOBIL GROUP – tahun 1988-1989

- Staff Bid. Perencanaan Teknik PAM Jaya Tahun 1989 - 1990

- Kaur Teknik DCR 5 dan 4 PJSIP PAM Jaya Tahun 1990 – 1997

- Kasie Teknik Wilayah Usaha I PAM Jaya Tahun 1998 – 1999

- Ka. Bidang Pelayanan dan gangguan PAM Jaya Tahun 1999 – 2001

- Ka. Bidang Emergency PALYJA/PAM Tahun 2001-2002

- Kepala Rayon Casablanca PALYJA/PAM Tahun 2002 – 2004

- Manager Disconection Service PALYJA / PAM Tahun 2005 – 2006

- Manager Customer Relation UPPS (sekarang)

Training di Luar Negeri :

- Training and Inspected to factory sentrifugal Pump at Aurora Kansas Chicago, Texas and Hollywood USA tahun 1997

- Training and Inspected to factory Nozle check valve at belfast Irlandia Utara tahun 1997

- Training and Inspected to factory Sentrifugal pump at Goohtendberg Sweden tahun 1997

- Training and Inspected to factory big valve Pontaa Musson at Nancy Pranch (Perancis) tahun 1996

- Training and Inspected to factory multy valve at Bilbou Spanyol tahun 1996

- Training and Inspected to factory Accessories valve at Heidenrburg German tahun 1996

Penghargaan:

- Piagam penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Yusuf kalla pemilu Presiden tahun 2004

- Performance Bonus 2004,2003,2002 dan 2000

Organisasi :

- Aktif sebagai anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

- Anggota Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI)

- Anggota Ikatan Konsultan Indonesia (INKINDO)

- Ketua Forum Pembentukan Kabupaten IV Lawang

- Waka Bapinroh Islam UPPS

- Koordinator KPAM Jakarta Barat

- Ketua Umum IKL4L Jakarta tahun 1999 – 2002

- Seketariat Umum IKL4L Jakarta tahun 1995 – 1998

- Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar & Mahasiswa Lintang IV Lawang Palembang tahun 1978 - 1980

Rabu, 19 September 2007

Adat Perkawinan Daerah Lintang IV Lawang (Bagian Akhir)

Di tahun 50 an mulai dikenal orkes, orang yang pertama mengenalkan music orkes di daerah Lintang IV Lawang bernama BODIN, asal dusun Muara Karang.

Sampai akhirnya dia membentuk suatu group orkes dengan nama Jaya Jagad, tokoh seniman ini dan bersama orkesnya menjelajahi hampir setiap pelosok daerah Lintang IV Lawang untuk menghibur pada acara pesta pernikahan.

Music orkes ini diadakan mulai dari malam akad pernikahan sampai hari pesta pernikahan (hari nyelemok /nyemok) dan ditempatkan pada tempat khusus yang disebut Balai.

Sedangkan kegiatan yang dilakukan di rumah pangkal pada malam hari akad nikah dan pesta akad nikah, menjadi tempat untuk menjamu para undangan yang datang sebelum sampai waktu acara bunting dan penganten betamat Qur’an ( khatam Qur’an ), disamping acara betamat Qur’an, juga dibacakan barzanji, marhaban, doa doa dan dilanjutkan dengan jamuan makan siang (Nyelemok/Nyemok).

Bila acara nyelemok/nyemok telah selesai, para tamupun berpamitan minta diri, sedangkan Bunting dan Penganten baru ditunggalkan (tidur bersama) setelah hari nyerawo, yaitu dua hari setelah pernikahan selesai.

Pada hari tersebut lembongan/sempeng akan dibongkar dan semua gertang dan inang diantar pulang secara resmi, dengan diberi hidangan setalam sebagai ucapan terima kasih. Baru pada hari ketiga atau keempat Bunting dan Penganten tidur bersama, didalam menunggalkan Bunting dan Penganten ini ditunjuk seorang perempuan yang sudah nenek nenek untuk membawa penganten ke kamar bunting, Sang nenek memberikan petunjuk dan membisikan sesuatu yang rahasia, lalu si nenek keluar dari kamar, berikutnya kita tidak tahu apa yang terjadi didalam kamar.

Sebagai penutup adat pernikahan didaerah Lintang IV Lawang, disini kami jelaskan dalam menentukan pasangan hidup ada beberapa cara yang dikenal didaerah Lintang IV Lawang adalah sebagai berikut :

1 - Rasan Samo Galak dan Dituokan.

Yaitu, muda mudi suka sama suka dan orang tua kedua belah pihak sama sama setuju, prosesnya seperti yang telah diuraikan diatas.

2 - Maling Tubu

Orang tua disalah satu pihak ada yang belum setuju kalau anaknya cepat menikah atau karena alasan lain, sehingga setiap mau dituokan selalu mengalami kegagalan. Maka sang muda mudi sepakat untuk maling tubu, yaitu sang bujang menemui gadisnya untuk diajak kerumahnya, dengan cara ini akan memaksakan orang tua untuk berasan.

Dalam maling tubu ini ada aturannya, antara lain sang bujang harus menitipkan “keris” pada pemerintah kampong (kalau sekarang disebut Kades, zaman dahulu disebut Gindo), atau paling tidak keris tersebut diletakan dibawah bantal sang gadis (tentu menyuruh sang gadis itu sendiri meletakannya), sebab maling tubu ini tidak boleh ketahuan oleh keluarga sang gadis, bila sampai ketahuan berakibat batal hak, yang disebut “kecandak”.

Keris yang dititipkan dirumah gindo atau yang diletakan dikamar gadis tersebut dimaksudkan sebagai jaminan untuk keselamatan sang gadis, bahwa yang membawa adalah anak laki laki dan berniat baik untuk menyunting gadis.

Gadis yang dibawa harus ditemani oleh beberapa orang temannya, sang bujangpun demikian, baru kemudian seorang yang ditunjuk sebagai utusan dari pihak bujang untuk memberi tahukan kepada keluarga gadis, bahwa anaknya sekarang ada dirumah sianu, untuk selanjutnya diproses seperti biasa.

3 - Rasan Tambik Anak dan Rasan Kesah

Pada saat memadu rasan harus tetap di tempat mereka menetap setelah berumah tangga nanti.

“Rasan Tambik Anak”, berarti setelah mereka menikah menetap dan mencari nafkah dirumah bunting (rumah perempuan), sedangkan “Rasan Kesah”, berarti perempuan ikut kerumah laki laki dengan ketentuan sebagai berikut ;

a. Laki laki harus memberikan uang yang wajar dan

b. Memberikan Keris kepada orang tua perempuan, Keris ini dimaksudkan sebagai “Tebus Semangat”.

4 - Kawin Cindo

Yaitu pernikahan yang masih ada hubungan family, hal ini terjadi biasanya karena keinginan orang tua, dan bisa jadi karena keduanya suka sama suka.

Demikian gambaran singkat tentang perjalanan tradisi perkawinan masyarakat Lintang IV Lawang dari masa ke masa, mungkin dalam tulisan ini terdapat banyak kesalahan kesalahan, saya berharap banyak dari masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh dunia untuk dapat melengkapi tulisan ini. ( TAMAT )

Kamis, 13 September 2007

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Kami dari Blog dan Millis Lintang IV Lawang, menghaturkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin dan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, semoga kita mampu meningkatkan ke Taqwaan kita pada ILLAHI ROBBY, mari kita bersama berupaya untuk lebih mendekatkan diri pada-NYA, kita intropeksi diri, sudah sejauh dan sebanyak apa bekal yang kita telah siapkan untuk menghadap-NYA.

Semoga kita tidak termasuk hamba-hamba-NYA yang lalai....aammmiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnn.

Rabu, 12 September 2007

Mengenal Lebih Jauh Drs.H.Abdul Shobur. SH.MM (Balon Bupati Empat Lawang)

Ditemui di rumah Dinasnya Kota Tebing Tinggi, Drs. H. Abdul Shobur. SH. MM mengungkapkan tentang rencana pencalonan dirinya, untuk turut serta bertarung dalam pesta Demokrasi Pilkada Kabupaten Empat Lawang tahun 2008 yang akan datang.

Ketika dilantik sebagai pejabat sementara Bupati Empat Lawang, Drs. H. Abdul Shobur, SH.MM., menerima tanggung jawab itu sebatas tugas seorang PNS. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak aspirasi yang berdatangan dari berbagai lapisan masyarakat untuk mendaulat dirinya agar mencalonkan diri pada pemilihan kepala daerah tahun depan,
Melihat antusias dan dukungan yang diberikan masyarakat Empat Lawang, akhirnya Abdul Shobur dengan mantap memutuskan untuk ikut pencalonan.
“Saya mencalonkan diri bukan untuk mencari popularitas atau mencari uang. Ini murni panggilan jiwa. Daerah Empat Lawang ini membutuhkan saya. Setiap hari saya menerima berbagai golongan lapisan masyarakat yang menyampaikan dukungan. Saya tidak bisa menolaknya,” demikian disampaikan Abdul Shobur.

Ia memutuskan untuk maju dalam pencalonan dan pemilihan kepala daerah Kabupaten Empat Lawang yang akan digelar tahun depan. Sebagai konsekuensinya ia bersedia mengundurkan diri dari jabatannya saat ini.
Abdul Shobur bahkan sudah merancang berbagai program kerja dan program pembangunan yang akan dilaksanakannya apabila kelak terpilih menjadi bupati. Yang menjadi pilihan utamanya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. “Menghidupkan roda perekonomian dan meningkatkan pendapatan per kavita masyarakat Kabupaten Empat Lawang”.
Soal keamanan, yang dinilai sangat rawan di kabupaten baru ini, Abdul Shobur mempunyai trik sendiri untuk “menjinakkan” para preman dan bandit-bandit di daerah ini. “Mereka sudah saya bina ke arah yang positif”.
Salah satu Program Abdul Shobur adalah menjadikan Kabupaten Empat Lawang sebagai daerah produsen hasil perkebunan, pertanian, dan perikanan, potensi alam daerah ini sangat menunjang.
“Selama ini petani menjual hasil pertaniannya seperti kopi berupa biji kopi. Nanti akan saya ubah yang dijual bukan lagi biji kopi, tapi kopi bubuk yang sudah dikemas. Begitu juga dengan hasil pertanian lainnya, termasuk juga perikanan,” kata Abdul Shobur.
Bagaimana dengan program lain? Yang pasti Abdul Shobur telah menyiapkannya, tapi ia belum bersedia berbicara lebih banyak. Kalau sudah jadi calon tetap baru ia sosialisasikan program-program yang telah ia rancang.

Berikut data data tentang Drs. H. Abdul Shobur. SH.MM

Pendidikan Terakhir

Umum :

1. S.1 STIA LAN RI tahun 1981

2. S.1 Fakultas Humum tahun 1988

3. S.2 Magister Management tahun 1999

Diklat Struktural :

1. SPADYA DEPDAGRI Angkatan XIV Tahun 1989 di Bandung

2. SPAMA LAN RI Angkatan I Tahun 1995 di Jakarta

3. SPATI DIKLATPIM Tk. LAN RI Angkatan ke IV tahun 2003 di Jakarta

Riwayat Jabatan

  1. Kasubag Peng. Perkotaan Pemda Kotamadya TK II Palembang tahun 1981-1982 (Ess Va)
  2. Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Tk. II Palembang Tahun 1982-1985 (Ess IVa)
  3. Sekretaris Bappeda Tk II Palembang tahun 1985-1991 (Ess IVa)
  4. Sekretaris DPRD TK II Palembang tahun 1991-1995 (Ess IIIb)
  5. Kepala Kantor Catatan Sipil Kodya Palembang tahun 1995-1998 (Ess IIIa)
  6. Sekretaris Wilayah Daerah Kab. Ogan Komering Ulu tahun 1998-2000 (Ess IIb)
  7. Plt. Walikota Administratif Baturaja tahun 1999
  8. Plt. Bupati KDH Tk. II Ogan Komering Ulu tahun 1999-2000
  9. Plt. Kepala Dinas Penerangan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2000-2001 (Ess IIa)
  10. Kepala Biro Hukum Ortala Setda Provinsi Sumatera Selatan tahun 2001 (Ess IIb)
  11. Kepala Badan Kepegawaian Daerah BKD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2001 (Ess IIa)
  12. Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2002-2003 (Ess. IIa)
  13. Asisten Sekda Provinsi Sumatera Selatan Bidang Ketataprajaan tahun 2003-2005 (Ess IIa)
  14. Asisten Sekda Provinsi Sumatera Selatan Bidang Ketataprajaan dan Kesra tahun 2005-2006 (Ess IIa)
  15. Kadis Perindag Provinsi Sumatera Selatan tahun 2006 – sekarang (Ess IIa)
  16. Penjabat Bupati Kabupaten Empat Lawang tahun 2007 – sekarang
Tanda Jasa/Tanda Kehormatan/Piagam Penghargaan

  1. Pelestarian Perjuangan Angkatan 45 dari Ketua Umum DHN Angkatan 45 (tahun 1995)
  2. Tokoh Pemerhati Karang Taruna Tk. I Provinsi Sumatera Selatan dari Gubernur Kepala Derah Tk. I Sumatera Selatan (tahun 1996)
  3. Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI (tahun 1999)
  4. Anugerah Korpri dari Gubernur KDH Tk. I Sumatera Selatan (tahun 1999)
  5. Satya Lencana Veteran RI dari Pimpinan Pusat LVRI (tahun 2001)
  6. Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun dari Presiden RI (tahun 2003

Organisasi

  1. Dewan Penasehat KNPI Kotamadya Dati II Palembang tahun 1982-1986
  2. Ketua Umum FKKT Provinsi Sumatera Selatan tahun 1988-1993
  3. Sekretaris DHC Angkatan 45 Kotamadya Palembang tahun 1992-1998
  4. Badan Penasehat ICMI Orsat Almunawaroh Palembang tahun 1992-1998
  5. Ketua Bapor Korpri Kotamadya Palembang tahun 1994-1988
  6. Dewan Paripurna Angkatan 45 Provinsi Sumatera Selatan tahun 1995-2001
  7. Ketua ICMI Orsat Baturaja tahun 1998-2000
  8. Wakil Ketua Umum KONI Tk. II Ogan Komering Ulu tahun 1998-2000
  9. Ketua GN-OTA Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 1998-2000
  10. Ketua DPC Korpri Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 1999-2000
  11. Kapus Preventif BKND Provinsi Sumatera Selatan tahun 2000 – 2005
  12. Ketua Umum PERSADI Wilayah Sumatera Selatan tahun 2000 – sekarang
  13. Ketua ICMI Orwil Sumatera Selatan tahun 2000 – 2005
  14. Waka Kwarda Provinsi Sumatera Selatan tahun 2000 – 2006
  15. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Angkatan 45 Provinsi Sumatera Selatan tahun 2001 – 2006
  16. Wakil Ketua Umum Pembina Adat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2004 – sekarang
  17. Wakil Ketua I DP Korpri Provinsi Sumatera Selatan tahun 2004 – 2009
  18. Ketua Bappor Korpri Provinsi Sumatera Selatan tahun 2004 – 2009
  19. Dewan Penasehat ICMI Orwil Sumatera Selatan tahun 2005 – 2010
  20. Wakil Ketua Forum Ikhuwa Ulama Umaro Provinsi Sumatera Selatan tahun 2005 – 2010
  21. Wakil Ketua Dewan Penasehat MUI Provinsi Sumatera Selatan tahun 2006 – 2011
  22. Ketua Harian Kwarda Pramuka Provinsi Sumatera Selatan tahun 2006 – 2011

Perguruan Tinggi

  1. Direktur Akademi Manajemen Koperasi (AMKOP) Palembang tahun 1992 – 1996
  2. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Palembang tahun 1995 – 1998
  3. Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Sebimbing Sekundang (Universitas Baturaja) tahun 1999 – 2000
  4. Ketua Yayasan Perguruan Tinggi STIM-AMKOP Palembang tahun 2001 – sekarang

Penugasan ke Luar Negeri

  1. Saudi Arabia, 1994
  2. Singapore, 1998, 2004
  3. Kualalumpur, Malaysia, 1998, 2003, 2005
  4. Shanghai, 2006
  5. Ho Chi Minh, Vietnam, 2006

Lain-lain

  1. Koordinator Operasi TNI AMD Manunggal XII tahun 1983, Manunggal XXI tahun 1984, Manunggal XXIII tahun 1985, dan Manunggal XXVII tahun 1987 Kotamadya Dati II Palembang.
  2. Sekretaris Badan Pertimbangan Daerah (BPD) Dati II Palembang tahun 1991 – 1995
  3. Tim Bimbingan Haji Daerah Tk II Palembang tahun 1994
  4. Ketua Badan Pengawas PDAM Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 1999 – 2000
  5. Aktif mengikuti seminar regional maupun naisonal.

Selasa, 11 September 2007

Hasil Polling

Selama kurang lebih 1 (satu) bulan kami mengadakan Polling, siapa kandidat calon Bupati Empat Lawang yang pantas menduduki jabatan itu.
Hasil polling ini bukanlah hasil yang sebenarnya, hanya sebuah wacana yang coba kami ketengahkan kepada masyarakat Empat Lawang yang ada di Perantauan, lepas dari semua itu nanti akan kita lihat hasil yang sebenarnya pada saat Pilkada tahun 2008 yang akan datang, masyarakat yang ada di daerah Empat Lawang lah yang lebih tahu mana yang terbaik untuk dijadikan pemimpin mereka, dari ke 5 (Lima) Bakal calon Bupati yang selama ini jadi pembicaraan, kita belum tahu secara jelas siapa saja yang akan maju ke Pesta Demokrasi tersebut.
Bahkan hingga saat ini Partai partai yang adapun belum memberikan penjelasaan siapa yang akan mereka dukung pada Pilkada nanti.
Berikut hasil Polling yang telah kami laksanakan :

1. Ir. Jauhari Hora ------------------------------------------------------> 31 %
2. Drs. H. Abdul Shobur . SH. ----------------------------------------> 22 %
3. Yulizar Noto. SH ------------------------------------------------------> 25 %
4. Antoni --------------------------------------------------------------------> 13 %
5. Fachrul Ruzam ---------------------------------------------------------> 6 %

Pada prinsipnya kami berharap, siapapun yang nanti terpilih sebagai Bupati Empat Lawang, dia adalah putra terbaik Empat Lawang, yang mempunyai keinginan besar untuk mensejahterakan masyarakat Empat lawang, serta menjadikan Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten yang sukses serta mampu mensejajarkan dengan Kabupaten Kabupaten yang lain, yang ada di Propinsi Sumatera Selatan...

Rabu, 05 September 2007

Adat Perkawinan Daerah Lintang IV Lawang (lanjutan 3)

Kini hari melemang telah tiba, hari berganti senja, senjapun berganti malam, para sanak keluarga, alim ulama dan handai tolan telah memenuhi ruangan untuk menyaksikan akad nikah.

Calon penganten dengan pakaian adat ala pakaian haji mulai diturunkan dari rumah mendan dan akan dibawa kerumah pangkal.

Selangkah demi selangkah sang penganten dituntun para penjemput dan diiringi dengan arak arakan, hati sang penganten berdebar debar, getaran jantungnya kian berdetup semakin kencang, karena membayangkan sesaat lagi dia akan resmi menjadi penganten.

Setibanya penganten dirumah bunting, dia disambut bagai pangeran yang akan dinobatkan menjadi raja, Kalam Illahi mulai dikumandangkan, segala petunjuk dan persyaratan dari ajaran agama telah dibacakan.

Kini giliran penganten mengucapkan akad nikah yang disaksikan khalayak ramai, dalam mengucapkan akad nikah harus betul betul memenuhi ketentuan agama Islam.

Acara akad nikah telah selesai, penganten dipersilakan duduk berdampingan dengan bunting (bersanding) diatas pelaminan, disuasana yang mengembirakan ini berbagai bentuk hiburan akan diturunkan untuk menghangatkan suasana pesta pernikahan ini.

Hiburan dalam pesta pernikahan ini telah banyak mengalami perubahan, dari kurun waktu sampai dengan kurun waktu sekarang.

Sebelum tahun ’20 an hiburan / acara kesenian yang ada “Ngala Sambai atau Badindin”, yaitu muda mudi mengungkapkan isi hati lewat seni, apakah itu berupa keinginan hidup atau berbau sejarah perjuangan. Hiburan semacam ini dianggap paling tua, kemudian tari tarian sampai mereka mengenal alat music sederhana yang berupa jidur, ketipung, kulintang dan gong.

Setelah tahun ‘20an sampai tahun’50an acara hiburan lebih ditonjolkan yang bersipat keagamaan misalnya, kosidah, diqir, seni baca berzanji dan seni baca Al-Qur’an, sedang alat music berupa terbangan. Pada masa ini bukan berarti seni tradisional sebelumnya sudah hilang sama sekali, contohnya bajidur masih tetap dipakai, namun lebih dominan dalam acara pesta pernikahan adalah kosidahan.

Pada mulanya kosidahan yang mereka kenal hanya 24 macam diantaranya adalah : Roqbi, Hijaz, Yaman Hijaz, Sika dan seterusnya. Kemudian berkembang menjadi ratusan macam, kasidahan yang pada umumnya diambil dari bacaan barzanji dan digelarkan pada malam pesta pernikahan, dan dipertandingkan dengan mengadu suara mas masing masing group.

Disamping terbangan dikenal juga alat music gitar, music gitar ini adalah pengembangan dari jidur, dimana lirik dan makna lagunya sama, serta vokalnya dibawakan sendiri, hanya saja nama lagu yang dibawakan disebut Rejung.

Sedang irama rejung dapat berkembang bermacam macam, melalui rejung dapat pula mengungkapkan isi hati, menceritakan suka duka dalam perjalanan hidup, merayu dan membuat hati sang gadis tersentuh serta menghibur hati dikala sedih. Namun gitar ini tidak digunakan pada acara pesta pernikahan, sedang terbangan hanya digunakan dalam pesta pernikahan misalnya ; “ngarak bunting & penganten, atau mengiringi lagu diqir / ratib saman” pada malam pesta pernikahan. ( Bersambung )

Selasa, 04 September 2007

Photo Yang masih Tertinggal


Pertemuan Anggota Millis Lintang IV Lawang banyak meninggalkan kesan, rasa kebersamaan di perantauan, sejenak menghilangkan rasa rindu kan kampung halaman.


Teghong Bangko

Jangan barebut Oi


Pindang Guan ngan Sambal Cungdero


Oi..Umak....umak

Senin, 03 September 2007

Photo Pertemuan Anggota Millis Lintang IV Lawang


Dang Nerimo telpon jak di Nurjannah (London),..Hallo..Nur kedengha'an nedo, kami empai udem makan, sayang nian dengan nedo tau balek..madak u..oi..lemak nian..

Oi..amon dang ado nyo dikinai, gigi ru jangan di ancalkan



Nah ini dai anggota Millis nyo datang, jak dikidau, moderator kito(IS), Abidir Rachman, Kartini, Linda ngan Fitri. Nyo di baleng jak di kanan Panji ngan Eva

Alhmadullilah acara pertemuan anggota Millis, dapat berjalan dengan sukses, berita dan hasil pertemuan sudah di postingkan di Millis, sayang banyak anggota yang tidak bisa hadir, semoga di pertemuan selanjutnya...yang lain bisa ikut hadir...