Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Kamis, 29 November 2007

Pilkada Empat Lawang

Seperti yang pernah kami sampaikan sebelumnya, diperkirakan Pilkada di Kabupaten Empat Lawang akan berlangsung pada bulan Mei 2008.

Pada hari Rabu tanggal 21 Nopember 2007, diadakan pertemuan antara Pemkab, DPRD Empat Lawang dan KPU Lahat di Tebing Tinggi, yang akhirnya di sepakati bahwa Pilkada Kabupaten Empat Lawang akan berlangsung pada bulan Mei 2008.

Dan pada hari Kamis tanggal 22 Nopember 2007, dua anggota KPU Kabupaten Lahat yakni, Fahrurrozi. SH dan Hj. Suhaidah mengadakan Rapat Koordinasi dengan 7 (tujuh) Camat di wilayah Kabupaten Empat Lawang.

Dimana pada tahap awal ini akan segera di bentuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang difasilitasi.

Sejak tanggal 23 Nopember kemaren, di 7 Kecamatan Kabupaten Empat Lawang, telah di buka pendaftaran untuk anggota PPK, diharapkan kepada yang berminat untuk mengambil formulir pendaftaran dan segera melengkapi data data yang diperlukan, pengembalian formulir beserta berkasnya paling lambat pada tanggal 1 Desember 2007 dikantor camat tempat pendaftar berdomisili.

Pada tanggal 10 Desember 2007, anggota PPK pada 7 (tujuh) Kecamatan di Kabupaten Empat Lawang dijadwalkan dilantik.

Adapun persyaratan untuk menjadi anggota PPK adalah, berusia minimal 25 Tahun pada saat pendaftaran, berdomisili di Kabupaten Empat Lawang, dapat membaca dan menulis, tidak pernah di penjara berdasarkan pputusan PN dengan ancaman 5 tahun atau 5 tahun lebih dan tidak menjadi anggota Partai Politik sejak 5 tahun terakhir.

Masa kerja anggota PPK ini akan berakhir 2 bulan setelah Pilkada, dan pada pelaksanaan Pilkada ini, dibutuhkan sebanyak 35 orang anggota PPK pada 7 Kecamatan.

Dari informasi Surat Pejabat Bupati Empat Lawang No. 470/1339/VI/2007 tanggal 25 Oktober 2007,sudah tercatat calon pemilih sebanyak 166.423 orang yang tersebar di 7 Kecamatan, adapun data ini masih bersipat sementara.

Berikut daftar Calon Pemilih Pilkada Empat Lawang 2008, dari masing masing Kecamatan :

1 - Kecamatan Pendopo Lintang - 51.458 Jiwa

2 - Kecamatan Tebing Tinggi - 34.784 Jiwa

3 - Kecamatan Ulumusi - 25.414 Jiwa

4 - Kecamatan Muara Pinang - 19.858 Jiwa

5 - Kecamatan Lintang Kanan - 16.658 Jiwa

6 - Kecamatan Pasemah Air Keruh - 9.542 Jiwa

7 - Kecamatan Talang Padang - 8.709 Jiwa

Rabu, 28 November 2007

Joncik Menang Telak

Empat Lawang , Sripo

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Joncik Muhammad, SSi.MM, terpilih sebagai Ketua DPRD Kabupaten Empat Lawang, setelah mengungguli 2 (dua) kandidat lainnya, pada siding paripurna pemilihan Ketua DPRD, yang berlangsung hari Senen tanggal 26 Nopember 2007 di Tebing Tinggi.

Dari 30 anggota DPRD, Joncik Muhammad menang dengan mengantongi 20 suara, sedangkan David Hadrianto yang diusung Partai Golkar, hanya berada di posisi ke dua dengan perolehan 6 suara, dan Joni Haryono dari Fraksi PDI Perjuangan mendapat 4 suara.

Dengan perolehan suara itu, Joncik didukung oleh 5 Fraksi Dewan Empat Lawang yakni, FPD, FPAN, FPBR, F3P Bangkit dan FPKS.

Sedang dua calon lainnya yakni David Hadrianto otomatis menempati posisi Wakil Ketua I, dan Joni Haryono sebagai Wakil Ketua II.

Pemilihan berlangsung di Kantor DPRD Empat Lawang, kawasan Talang Banyu Tebing Tinggi berjalan lancar dan dijaga ketat aparat keamanan, usai pemilihan kemaren, panitia memusnahkan kertas suara dengan cara dibakar, dan disaksikan oleh Ketua sementara Jamaluddin Adi dan seluruh anggota Dewan.

Ketua terpilih Joncik Muhammad mengatakan, “ setelah terlaksananya pemilihan ini, tugas awalnya adalah membentuk perangkat kelembagaan Dewan yakni, Komisi, Panitia Anggaran, Panitia Legislasi, Panitia Musyawarah dan Badan Kehormatan”.

Setelah itu, agenda kerja yang akan dilakukan secara marathon yakni, pembahasan beberapa Raperda diantaranya Lambang Kabupaten, Organisasi dan Perangkat Pemerintahan, serta Pembahasan RAPBD tahun 2008.

Sumber ; SRIPO

Selasa, 27 November 2007

Nama Desa di Empat Lawang Bag. 3

Sebelumnya kami telah menampilkan nama nama desa di Kecamatan Pendopo Lintang, Muara Pinang dan Ulumusi.

Seperti yang pernah kami janjikan sebelumnya, masih ada 4 Kecamatan lagi yang belum kami tampilkan nama nama desanya, nah untuk yang kali ini kami akan tampilkan nama nama desa yang ada di Kecamatan Lintang Kanan dan Kecamatan Pasemah Air Keruh.

Dusun/Desa di Kecamatan Lintang Kanan

1. Dusun Umo Jati

2. Dusun Pagar Jati

3. Dusun Tanjung Jati

4. Dusun Nibung

5. Dusun Batu Ampar

6. Dusun Karang Tanding

7. Dusun Lubuk Cik

8. Dusun Rantau Kasai

9. Dusun Sukarame

10. Dusun Rantau Ali

Dusun/Desa di Kecamatan Pasemah Air Keruh

1. Dusun Muara Aman

2. Dusun Muara Sindang

3. Dusun Padang Bindu

4. Dusun Muara Rungga

5. Dusun Padang Gelai

6. Dusun Talang Randai

7. Dusun Air Mayan

8. Dusun Nanjungan

9. Dusun Lawang Agung

10. Dusun Pagar Jati

11. Dusun Penantian

12. Dusun Tanjung Bering

13. Dusun Talang Padang

Semoga dengan di tampilkan nama nama desa/dusun yang ada Kabupaten Empat Lawang ini, kami berharap masyarakat Lintang Empat Lawang yang ada di perantauan dapat lebih menggenal lagi kampung halaman tercinta.

Dari beberapa sumber yang kami dapatkan, sangat banyak masyarakat Lintang Empat Lawang yang ada di perantauan tidak tahu dan mengenal nama nama dusun/desa yang ada di Tanah Kelahiran Orang Tua mereka, bahkan tidak sedikit yang sudah usia lanjut lupa akan nama nama dusun di Lintang Empat Lawang.

Senin, 12 November 2007

Pembentukan Koperasi IKKEL Lampung


Warga Empat Lawang di Lampung, yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Kabupaten Empat Lawang (IKKEL) Lampung, membentuk sebuah koperasi sebagai wadah pengembangan ekonomi.


Pembentukan koperasi itu berlangsung di aula Poltabes Bandar Lampung, Minggu (10/11-07) siang. Rapat yang dipimpin Sekretaris Umum IKKEL Lampung Imron, dihadiri 33 dari 60 anggota.

Rapat pembentukan koperasi itu berlangsung seru. Anggota IKKEL yang hadir masing-masing melontarkan gagasan, saran, dan kritikan. Pimpinan rapat melontarkan rancangan usulan nama dan program koperasi. Dari para hadirin pun bermunculan usulan nama, jenis koperasi, dan program.


Setelah sempat terjadi beberapa silang pendapat tentang susunan pengurus, kemudian muncul usulan peserta dari Lampung Tengah, Abdul Madjid, agar pembentukan pengurus melalui Tim Formatur. Usulan ini langsung diterima secara bulat oleh forum.

Kemudian forum menyepakati Tim Formatur terdiri dari unsur-unsur kecamatan asal anggota masing-masing 2 orang, yakni: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Pasemah Airkeruh, Ulumusi, Talangpadang, dan Tebing Tinggi.

Perwakilan dari masing-masing kecamatan tersebut secara aklamasi memilih Abdul Madjid (Pendopo Lintang) sebagai ketua Tim Formatur. Tim yang dipimpin Abdul Madjid ini bertugas menyusun personil pengurus koperasi, yang diberi nama Koperasi Serba Usaha IKKEL Lampung.



Hasil rapat Tim Formatur yang berlangsung singkat ini, pengurus KSU IKKEL Lampung terdiri dari Dewan Pengawas, Pengurus, dan Badan Pemeriksa.

Badan Pengawas secara ex officio dijabat oleh pengurus IKKEL Lampung. Pengurus terdiri dari: Ketua Haris (Tebingtinggi), Sekretaris Sahil (Ulumusi), dan Bendahara Ulfa (Lintangkanan).

Setelah terpilih dan disahkan, petang itu juga Pengurus KSU IKKEL Lampung menyelenggarakan rapat pertama. Rapat pertama ini menghasilkan keputusan yang menetapkan setiap anggota KSU IKKEL Lampung dikenakan simpanan pokok sebesar Rp50.000, dan simpanan wajib yang dibayar tiap bulan Rp10.000.

Dan, dalam waktu dekat Pengurus akan menyusun program kerja dengan mengacu pada rancangan yang disampaikan oleh Pengurus IKKEL Lampung, yang telah dikoreksi dalam forum rapat.


Untuk membuktikan bahwa pembentukan koperasi ini berdasarkan niat baik dan dilandasi pula komitmen yang kuat, para anggota yang hadir hari itu juga menyetorkan simpanan pokok masing-masing Rp50.000, dan simpanan wajib Rp10.000 per bulan. Untuk simpanan wajib ini ada yang menyetor sebulan, ada yang sekaligus satu tahun, dan ada yang lima bulan.

Yang menggembirakan, hari itu Pengurus KSU IKKEL Lampung telah berhasil mendapatkan dana Rp15 juta lebih. Dana itu berasal dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dan bantuan dari Ketua Umum IKKEL Lampung Kompol Drs. Taslim Chairuddin sebesar Rp4 juta.

Dengan terbentuknya koperasi ini diharapkan “Jemo Empatlawang” di Lampung dapat meningkatkan kesejahteraannya, mendapatkan modal usaha, dan dana sosial.(*)



Sumber berita dari AbdulMadjid

Kamis, 08 November 2007

Pesan Moral Dari Jakarta

Pilkada pertama di Kabupaten Empat Lawang sudah semakin dekat, tinggal dalam hitungan hari, dan ini merupakan langkah awal untuk Kabupaten baru ini dalam mengawali startnya, baik dalam startnya maka Insya Alloh untuk kedepannya Kabupaten Empat Lawang akan siap berkompetisi dalam pembangunan, dengan Kabupaten kabupaten lain yang ada di Propinsi Sumatera Selatan.

Pilkada yang akan dilaksanakan sekitar bulan Mei tahun depan, adalah cerminan bagi masyarakat Empat Lawang untuk memilih siapa yang pantas jadi pemimpin Kabupaten ini.

Sampai saat ini, kejelasaan siapa saja yang telah resmi menjadi Calon Bupati masih simpang siur, bahkan jauh jauh hari kami pernah mempostingkan 5 (lima) kandidat Bakal calon bupati Empat Lawang, yakni ; Drs. Abdul Shobur, Ir.Jauhari Hora, Yulizar Dinoto. SH, Fahrul Ruzam dan Antoni. Apakah ke lima kandidat ini akan terus maju pada pilkada tahun depan ??,

Sementara ini suhu Politik di Tanah Empat Lawang semakin memanas, masing masing tim sukses berusaha mencari simpati dari masyarakat, untuk memuluskan langka calon mereka.

Melihat kondisi yang ada saat ini di Kabupaten Empat Lawang, kami coba mendatangi salah satu masyarakat Empat Lawang yang ada di Jakarta, yakni Bapak Mascik Hasyir. SH dimana beliau ini merupakan salah satu putra terbaik Empat Lawang, yang mengabdi di dunia Hukum Indonesia, dilahirkan di dusun Gunung Meraksa Baru, beberapa jabatan yang pernah beliau pegang di Kejaksaan Republik Indonesia, (profile singkat lihat dibawah). kami coba meminta keterangan serta pesan pesan dari beliau untuk masyarakat Empat Lawang dan Calon Bupati yang akan bertarung pada pesta demokrasi nanti.

Berikut petikan pesan moral yang beliau sampaikan kepada kami :

· Suhu politik didaerah Kabupaten Empat Lawang semakin meningkat, sehubungan dengan pilkada yang akan datang, silakan masing masing calon Bupati menyampaikan programnya untuk menarik simpati masyarakat.

· Sudah barang tentu masing masing punya kepentingan politik, politik dapat berkompromi dan dapat juga bertentangan, berbeda pendapat adalah suatu hal yang wajar dalam berpolitik. Namun hendaknya untuk mencapai tujuan tujuan mendapatkan kedudukan jabatan kepala daerah (Bupati), jangan mempergunakan cara cara yang tidak terpuji, memfitnah untuk menjatuhkan lawan.

· Kita semua sependapat dan mengharapkan Bupati Kabupaten Empat Lawang terpilih, nantinya adalah Kepala Daerah yang mempunyai tanggung jawab dan memperhatikan serta berbuat nyata bagi kepentingan Rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

· Pertumbuhan pembangunan akan mengalami hambatan, apabila terjadi peyimpangan atau penyelewengan dana ataupun program pembangunan, yang bertentangan dengan hokum, oleh karena itu taatilah hokum, hokum harus ditegakkan.

· Semoga Kabupaten Empat Lawang dapat melaksanakan pembangunan menuju masyarakat adil, aman dan sejahtera atas Ridho ALLOH serta terciptanya Pemerintahan yang bersih bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Profile atau Biodata, dari Bapak Mascik Hasyir.SH, dilahirkan didusun Gunung Meraksa Baru Kecamatan Pendopo Lintang Kabupaten Empat Lawang pada tanggal 28 Pebruari 1942.

Beberapa jabatan yang pernah di pegang oleh beliau,

1. Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Jaya . NAD

2. Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara di Kotabumi

3. Assisten Intelijen. Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat

4. Kepala Rumah Tangga Kejaksaan Agung Republik Indonesia

5. Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat

6. Staff Ahli Jaksa Agung Republik Indonesia

Saat ini beliau telah pensiun dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia, dengan pangkat terakhir Jaksa Utama Madya, namun beliau masih aktif dalam dunia hokum Indonesia, diantaranya.

1. Konsultan Hukum

2. Himpunan Rakyat Anti korupsi

Rabu, 07 November 2007

Nama Desa di Empat Lawang (Bag. 2)


Sebelumnya kita telah mengenal nama nama dusun/desa yang ada di Kecamatan Pendopo Lintang dan Kecamatan Muaro Pinang, sebagian besar dusun/desa yang ada di Kabupaten Empat Lawang berada di sisi sungai yang ada di daerah ini.

Seperti halnya dengan dusun/desa yang ada di Kecamatan Ulumusi, yang akan kami tampilkan berikut ini berada di sepanjang sungai Musi dan anak Sungai Musi, berikut nama dusun/desa yang ada di Kecamatan Ulumusi :


1. Dusun Karang Anyar

2. Dusun Martapura

3. Dusun Tapa Baru

4. Dusun Tapa Lama

5. Dusun Tanggarasa

6. Dusun Karangdapo Lama

7. Dusun Karangdapo Baru

8. Dusun Karang Gede

9. Dusun Paduraksa

10. Dusun Bandar Aji

11. Dusun Puntang

12. Dusun Batu Bindu

13. Dusun Lubuk Puding Lama

14. Dusun Lubuk Puding Baru

15. Dusun Pulau Kemang

16. Dusun Muaro Betung

17. Dusun Padang Tepong

18. Dusun Galang

19. Dusun Tanjung Agung

20. Dusun Batu Lintang

21. Dusun Muaro Kalangan

22. Dusun Simpang Perigi

23. Dusun Kunduran

24. Dusun Air Kelisar

25. Dusun Talang Bengkulu


Itulah nama nama dusun/desa yang ada di Kecamatan Ulumusi, mari kita pererat Silaturahmi kita dengan sanak saudara kita yang ada di Empat Lawang, semoga warga Empat Lawang dapat lebih mengetahui nama nama dusun/desa yang selama ini tidak mereka kenal, terutama warga yang ada di perantauan.

Wassalam

Kamis, 01 November 2007

Riayo didusun/Lebaran diKampung

Seperti hal nya dengan daerah lain, Lintang Empat Lawangpun tak jauh berbeda dalam menyambut bulan kemenangan bulan Syawal, kesibukan kaum ibu dan para gadis gadis begitu sibuknya…, seminggu menjelang lebaran hampir disetiap rumah yang ada di kampong membuat kue kue, entah itu kue basah ataupun kue kering. Terdengar bersahutan suara para ibu ibu dan gadis gadis tengah melakukan adonan….untuk membuat kue.

Sama seperti dengan daerah yang ada di Propinsi Sumatera Selatan, kue khas setiap lebaran adalah Maksuba dan Lapan Jam, disamping itu tentu banyak kue kue yang lainnya…ada dodol duren (lempok), kak ketan… dan tak ketinggalan pempek dan kerupuk khas daerah Sumatera Selatan…

Tradisi berlebaran di daerah Empat Lawang, sampai sekarang masih tetap terjaga, yang secara turun temurun diwariskan kepada generasi ke generasi, banyak hal yang unik serta berbeda dengan daerah yang lainnya.

Sehari menjelang lebaran, warga yang ada di kampong melakukan ziarah ke kuburan sanak saudara yang telah mendahului pergi menghadap Sang ILLAHI ROBBY, membersihkan makam dan mengirim doa untuk almarhum dan almarhuma.

Dan juga sehari sebelum lebaran ini ada yang jadi khas daerah Empat lawang, yakni hari kalangan mantai, dimana pada hari ini pasar pasar dan kalangan (pasar sepekan) banyak yang menjual daging, baik itu daging sapi maupun daging kerbau, dan para pedagangnya pun begitu banyaknya, hampir di setiap pelosok kampong ada.
Nah untuk warga pendatang yang berlebaran di daerah Empat Lawang, jangan berharap dapat memakan Ketupat, disini didaerah Empat Lawang tidak ada ketupat, kalaupun ada itu sangat terbatas, karena ketupat bukanlah makanan cirri khas daerah Empat Lawang.
Waktu terus bergeser, dari pagi terus kesiang…..dan sang surya pun mulai tengelam, tanda petangpun kan tiba…persiapan untuk riayo (lebaran) esok hari telah siap semua, semua juada (kue kue) telah siap diatas meja….untuk disantap esok hari bersama keluarga dan tamu tamu yang singgah dirumah.

Saat berbuka hari terakhir pun tiba….semua besuka cita…anak anak bergembira dengan baju barunya…

Takbirpun ,mulai bergema di sepanjang kampong, beberapa para pemuda pemudi kampong melakukan pawai obor bersama anak anak berkeliling kampong sambil bertakbir…ALLAH HU AKBAR..ALLAH HU AKBAR ALLAH HU AKBAR….LA’ILLA HA ILLALA HU WALLA HU’AKBAR ALLAH HU AKBAR WAL LILLAH ILHAM……
Hari telah pagi fajar pun menyingsing, segenap warga bersiap sepagi mungkin tuk menunaikan Sholat Ied, semua bergembira dari anak anak hingga para kakek dan nenek…, menyambut 1 Syawal.

Mesjid telah penuh hingga sampai keluar, dengan penuh khidmat segenap warga menunaikan Sholat Ied, rasa haru bercampur gembira berkecamuk didalam dada, Ya..Alloh panjangkan usia kami agar kami dapat bertemu dengan Ramadhan di tahun depan, Ya Alloh begitu berat kami ditinggalkan bulan penuh Berkah, Maqfiroh serta penuh Kasih dan Sayang-Mu, kami ingin lebih meningkatkan lagi ibadah kami Ya Alloh”.
Sholat Ied sudah dilaksanakan, segenap umat saling bermaaf maaf an, terdengar isak tangis dan rasa harupun menyatu.

Nah setelah meninggalkan Mesjid, maka kita mulai melakukan Silaturahmi Keliling, begitu kaki keluar dari pekarangan Mesjid, maka para tetangga, kerabat, handai tolan mengajak untuk Singgah dirumahnya, yang tentunya disamping kita bermaaf maafan dan bersilaturahmi kita diharapkan untuk mencicipin Juada Riayo (kue lebaran) yang telah tersedia diatas meja.

Yang jadi khas didaerah Lintang Empat Lawang Juada Riayo ini diletakan diatas meja dalam keadaan utuh, maksudnya juada ini masih sebesar ukuran cetakannya, nah pada saat tamu telah hadir maka kue kue ini dipotong, gelok (toples) pun dibuka yang isinya kue kue kering, kerupuk, kacang dll….,

Nah buat kita yang jarang belanju(mudik), biasanya kita seperti jadi perhatian warga dikampung, mereka banyak bertanya “ngapo lalamo nedo balik, makmano usaha atau gawean, lalemak jugo bada kini nedo ?, amon pacak ajak adeng, ponakan kaban ke kota mangko dio keruan bada kaban”
Juga disini kita harus berhati hati dalam menyantap juada riayo ini, yang sudah pasti jangan terlalu banyak memakan nya, karena masih banyak rumah yang akan kita singgahi, sebelum kita tiba dirumah kita.

Kalau kita terlalu banyak makan, tentunya…perut kita tidak akan sanggup menampungnya, bisa dibayangkan berapa banyak rumah yang akan kita singgahi….bisa bisa kita dibuat mules, kalau kita gak membatasi makannya, umumnya tuan rumah akan menyuguhkan kue kue yang jarang kita makan selama kita ada dikota (rantau), ya tentunya kita akan sangat senang…dan gembira.

Sebaiknya kita cicip setengah potong setiap rumah yang kita singgahi, kalau gak..wah wah..itu perut bisa bisa tambah gendut…..
Usai bersilaturahmi di sepanjang kampong, biasanya warga siap siap melakukan silaturahmi kepada sanak saudara yang ada di kampong lain, juga para bujang gadisnya dan anak anak punya acara sendiri, kalau yang remaja biasanya mereka jalan jalan ketempat wisata atau berkunjung ke rumah teman teman mereka yang ada di kampong lain.

Sedang anak anak sibuk bermain dengan mainan, hari riayo (lebaran) mereka mendapat uang jajan tambahan, ini jadi kesempatan buat mereka membeli main mainan.

Nah itulah sekilas cerita Riayo didusun (berlebaran dikampung), semoga cerita ini jadi pengobat rindu buat warga Lintang yang gak bisa mudik, mohon maaf bila masih banyak kekurangan serta tidak sempurnanya cerita ini, akhirul sekali lagi kami menghaturkan :

“Taqqoballallahu Minna Waminkum, Taqqobal Ya Karim”

“Minal Aidhin Wal Faizhin Mohon Maaf Lahir dan Bathin”

Wassalam
Kontributor Blog Lintang