Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Kamis, 10 Juni 2010

Bandara Lubuk Linggau Dibuka

Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, Bandara Silampari Musirawas mulai beroperasi melayani penerbangan reguler. Operasi bandara tersebut dimulai Rabu (9/6).

Kepala Dinas Perhubungan Musirawas Ari Narsa JS mengatakan, untuk sementara penerbangan reguler melayani rute Lubuklinggau-Jakarta , pulang pergi (PP).

Dalam satu minggu, empat kali penerbangan, yaitu hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu, dimana dalam satu hari melayani satu kali penerbangan PP.

“Untuk rute penerbangan Lubuklinggau-Palembang, sementara belum karena masih memersiapkan fasilitas pelayanan seperti kantor dan lainnya. Tetapi dalam waktu dekat ini, kita siap melayani penerbangan Lubuklinggau-Palembang,” ujarnya, Rabu (9/6).

Dijelaskan, untuk rute Lubuklinggau-Jakarta harga tiket dipatok Rp 650 ribu. Pada penerbangan pertama ini animo masyarakat cukup tinggi. Pesawat dari Jakarta yang berangkat pukul 10.45 mengangkut sekitar 25 penumpang.

Sementara dari Lubuklinggau-Jakarta yang berangkat pukul 12.00, jumlah kursi terisi penuh yaitu 60 penumpang.

“Pesawat BAE 146 bermesin jet milik maskapai Aviastar ini memang berkapasitas 84 penumpang. Namun dengan kondisi runway saat ini yang panjangnya 1.350 meter, kapasitas maksimal penumpang dibatasi 60 penumpang,” ujarnya.

Bupati Musirawas Ridwan Mukti yang ikut dalam penerbangan perdana dari bandara Soekarno Hatta-Silampari mengatakan, dengan mulai dioperasikannya bandara Silampari, merupakan tahap awal dibukanya jalur penerbangan.

Disebutkannya, dengan tingginya animo masyarakat menggunakan jasa penerbangan melalui bandara Silampari, seperti pada penerbangan perdana kemarin, dimana seluruh kursi penuh, maka

kepada pihak penyedia jasa penerbangan yang bekerjasama dengan bandara Silampari, agar bisa segera mengevaluasi untuk penerbangan setiap hari.

Direktur PT Komala Edwin Wijaya, selaku penyedia jasa penerbangan yang menggaet maskapai Aviastar untuk beroperasi di Musirawas mengatakan, dua pekan kedepan, rute Lubuklinggau-Palembang segera dibuka.

Setelah itu akan dijajaki untuk rute penerbangan ke beberapa kota di Indonesia.

“Kita lihat animo masyarakat disini cukup tinggi, sehingga kemungkinan penerbangan setiap hari bisa cepat terlaksana, tinggal mengatur jadwalnya. Selain itu, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat juga akan melayani rute ke kota-kota lain seperti Jambi, Padang, Batam dan lainnya,” ujarnya.

Dengan dibukanya bandara ini, masyarakat Kabupaten Empat Lawang yang ada diperantauan, tidak perlu ke Palembang lagi, karena jarak tempuh sudah semakin dekat.

sumber :sriwijaya post

Jumat, 28 Agustus 2009

Bandara Silampari Siap Layani Flight dari/ke Jakarta

Bandara Silampari di Kota Lubuklinggau diperkirakan segera dapat melayani flight (penerbangan) Lubuklinggau- Jakarta Pulang Pergi (PP) dengan pesawat komersil jenis Boeing 737-200, pada pertengahan 2010 mendatang.

Pasalnya Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) pun telah menganggarkan dana sebesar Rp8 miliar untuk membantu pendanaan proyek perpanjangan landasan pacu (Runway) bandara tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Kadis Hubkominfo) Sumsel Sarimuda mengatakan, selain dana dari Pemprov Sumsel,juga ada sharing dana untuk pengerjaan proyek Bandara Silampari tersebut dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura),Kabupaten Empat Lawang dan Kota Lubuklinggau, ditambah dana dari Departemen Perhubungan (Dephub).

“Untuk provinsi kita mengalokasikan Rp8 miliar tahun ini, masing-masing kabupaten/ kota tadi Rp10 miliar.Sementara dana dari APBN (Dephub) kita belum dapat informasi, ”ujar Sarimuda di DPRD Sumsel,kemarin. Dijelaskan Sarimuda, dengan dana tersebut perpanjangan Runway di Bandara Silampari dari saat ini 1.350 meter diharapkan tercapai hingga menjadi 2.050 meter.

Sehingga pada 2010 mendatang, bandara tersebut dapat dilandasi pesawat jenis Boeing 737-200. Terpisah,Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad mengakui, Pemprov Sumsel memang menganggarkan dana sebesar Rp8 miliar untuk membantu pendanaan proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Silampari.

“Wajar sekali dibantu agar Bandara Silampari dapat dilandasai pesawat komersil sejenis Boeing dan melayani rute penerbangan Lubuklinggau-Jakarta PP,” ujar Zamzami ditemui di DPRD Sumsel,kemarin. Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sumsel Elianuddin HB mengatakan, dana bantuan Pemprov Sumsel bagi perpanjangan landasan Bandara Silampari sebesar Rp8 miliar tersebut, diperuntukkan bagi pembangunan landasan serta pembebasan lahan.
Dengan beroperasinya Bandara ini, masyarakat Kabupaten Empat Lawang yang ada diperantauan untuk pulang kampung tidak akan kesulitan lagi, jarak semakin dekat.
(dedy sagita- Koran Sindo)