Harapan warga di empat desa masing-masing Desa Muara Pinang, Sapa
Panjang, Talang Baru dan Lubuk Tanjung agar kondisi sungai Ayik Bayau di
normalisasi terwujud.
Pasalnya, Pemkab Empatlawang saat ini
sudah menurunkan alat berat dan petugas untuk melakukan pengerukan dasar
sungai yang merupakan aliran utama belerang dari dari Gunung Api Dempo(
GAD) Kota Pagar Alam. Pengerukan tersebut dimaksudkan untuk
mengantisipasi kembalinya banjir bandang yang mengandung zat belerang,
seperti terjadi beberapa waktu lalu.
Akibat banjir tersebut air
dan material yang mengandung belerang meluap ke areal perkebunan kopi
warga yang menyebabkan kerusakan.
Camat Muara Pinang Suryadi
Husein saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya rencana
pengerukan tersebut akan dilakukan sepanjang 2 kilometer di titik-titik
terdangkal. Untuk saat ini ada tiga titik yang akan dilakukan
pengerukan, masing-masing di dekat jembatan gantung Desa Talang Baru,
kemudian di kawasan Talang Beringin dan jalur sungai Desa Lubuk Tanjung.
“Sudah
sepanjang 200 meter yang dilakukan pengerukan dengan kedalaman sekitar 2
meter, material yang diangkat berupa batu, tanah dan pasir,” ujarnya,
Rabu (25/4/2013).
Pengerukan sendiri menurutnya dilakukan dengan
eksavator yang disediakan oleh Pemkab Empatlawang. Kemungkinan jalur
yang akan dikeruk ada empat titik. Namun petugas belum mendapatkan izin
untuk melewatkan alat berat yaitu eksavator untuk menuju lokasi
tersebut. Karena menurutnya, target pengerukan akan dilakukan sepanjang 2
Km.
“Yang pasti lokasi yang dikeruk terutama mengambil di
titik-titik alur sungai yang alurnya sudah berpindah, bahkan masuk ke
areal perkebunan warga,” jelasnya.
Tindakan pengerukan tersebut
menurutnya memang sudah mendesak dilakukan. Karena warga khususnya
petani dikawasan tersebut cemas dan khawatir kembali terjadi banjir
belerang. Karena dampaknya sangat dirasakan. Bila tanaman sudah terkena
air yang tercampur belerang akan mati dengan sendirinya, sehingga tidak
bisa berproduksi kembali.
“Jelas ini menjadi ancaman, karena
kebun kopi milik petani yang terkena belerang beberapa waktu lalu
daunnya sudah mulai menguning,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empatlawang Hasbullah mengatakan
sejak beberapa tahun lalu sudah mengusulkan ke pihak propinsi untuk
melakukan pengerukan dasar sungai dan membangun bronjong penahan.
Karena
menurutnya salah satu yang menjadi penyebab pendangkalan tersebut
dikarenakan material yang berasal dari gunung Dempo selama ini terus
turun karena dibawa oleh air dan mengendap. Sehingga pada saat tertentu,
atau saat terjadi banjir magma akibat derasnya curah hujan menyebabkan
debit sungai meluap.
“Intinya kita lakukan upaya secepatnya,
apalagi sudah di instruksikan langsung oleh bapak bupati, karena kita
juga khawatir jika tidak dilakukan pengerukan segera akan terjadi banjir
susulan yang membawa belerang dari gunung Dempo,” ujarnya.
sumber : sindonews