Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Kamis, 03 Maret 2011

DPRD Pertanyakan Dana Bencana Alam

Anggota DPRD Empatlawang mempertanyakan dana bencana alam (BA) pembangunan beronjong mengantisipasi banjir di beberapa desa di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker). Mereka meminta kejelasan dana sebesar Rp 1 miliar yang sebelumnya telah ketuk palu untuk proyek 2011 itu tiba-tiba dibatalkan.

"Kita minta kejelasan mengapa pembangunannya dibatalkan, kan kemarin sudah dibahas oleh panitia anggaran dan sudah ketuk palu. Apakah rapat anggaran kemarin main-main saja, saya rasa tidak mungkin, ya kalau main-main berati selama ini main-main," ujar Isa Ansori, anggota badan anggaran DPRD Empatlawang, Kamis (3/3/2011).

Dikatakannya, anggota DPRD dari Dapil IV yang mencakup Kecamatan Paiker ini, warga Desa Kebanjati, Bandaragung dan desa sekitar sangat berharap pembangunan beronjong itu karena memang menjadi langganan banjir.

"Ini juga menyangkut orang banyak, jangan diabaikan begitu saja. Apalagi masyarakat sudah mengetahui, kalau tahun ini bakal dibangun beronjong, mengapa tiba-tiba dibatalkan," terangnya.

sumber ; sripo

Senin, 31 Januari 2011

DPRD Empatlawang Bangun Gedung Rp 17 M

Pembangunan fisik gedung kantor Pemkab Empatlawang beserta interior setidaknya menelan dana Rp 17 miliar. Anggaran pembangunan yang sekarang ini sudah tahap finishing, menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) dan sharing 10 persen mulai tahun 2008.

Bupati Empatlawang, H Budi Antoni Aljufri ketika meninjau bangunan tersebut, Senin (31/1/2011) mengatakan, pembangunan kantor Pemkab Empatlawang itu terbilang sederhana tetapi menggunakan konsep atau pun perencanaan yang baik, sehingga hasilnya juga baik.

"Banyak orang tidak percaya kalau perkantoran biayanya sebesar itu. Konsepnya minimalis, sehingga terkesan indah, ya biaya pembangunan fisiknya saja Rp 11 miliar," ujarnya.

Dikatakannya, setelah difungsikannya kantor baru itu maka kantor lama akan dibongkar. Nantinya akan dibuat lapangan dengan konsep penghijauan.

"Sebagaimana konsep kita garden office, akan dibangun taman di sekitar perkantoran. Dengan demikian pegawai juga tidak merasa jenuh, karena suasananya menjadi sejuk," katanya.

sumber ; sripo

Jumat, 23 Oktober 2009

Anggota Dewan ‘Turun Gunung’

PENDOPO – Guna menyerap aspirasi rakyat di bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, para anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang priode 2009-2014, sejak 28 September hingga 2 Oktober lalu ‘Turun Gunung’ untuk melakukan reses pertama mereka setelah resmi dilantik sebagai wakil rakyat 24 Agustus lalu.

Reses anggota dewan tersebut dilakukan, sesuai dengan daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Dapil 2 misalnya, yang mencakupi Kecamatan Pendopo. Enam anggota DPRD ini langsung mengadakan tatap muka dengan unsur Tripika, Seluruh Kades se-Kecamatan Pendopo, Anggota BPD, Kepala Sekolah dan guru.

Pertemuan yang dilakukan di gedung Serbaguna untuk mendengarkan aspirasi rakyat terhadap wakil mereka di DPRD Empat Lawang. Hari berikutnya, keenam anggota DPRD ini menyebar ke seluruh desa yang ada di Kecamatan Pendopo.

Salah satunya, Dedi Haryanto. Pria asli Desa Landur ini memilih turun gunung dan memasuki talang-talang yang ada di sekitar Kecamatan Pendopo. Hal tersebut dilakukan, karena banyaknya keluhan warga yang mengeluhkan lahan mereka telah diakui secara sepihak oleh PT Empat Lawang Agro Perkasa (ELAP). Padahal mereka belum pernah mendapatkan ganti rugi, sebagaimana yang biasa dilakukan perusahaan yang melakukan pembebasan lahan.

“Banyak warga yang menyampaikan keluhannya kepada saya, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat Short Mesagge Service (SMS). Tujuan kita adalah mencari akar permasalahannya dan memberikan solusi terbaik bagi warga,” ungkap Dedi, Kamis (1/10) lalu.

Banyaknya keluhan warga, khususnya di Kecamatan Pendopo, mebuat Dedi merasa terpanggil untuk terjun langsung ke lapangan bersama warga dan pihak perusahaan yang bersangkutan. Sebab, masalah tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena akan menimbulkan polemik yang berkepanjangan antara warga dan perusahaan.

“Saya kesini untuk mencari solusi terbaik bagi warga dan perusahaan, demi terjaminnya kesejahteraan warga Kecamatan Pendopo. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena akan memicu bumerang bagi kedua belah pihak,” jelasnya.

Selain terjun langsung ke talang-talang, pria murah senyum ini juga menyempatkan diri mengunjungi pasien yang sedang dirawat di Puskesmas Pendopo. Hasilnya, masih banyak warga yang belum mengathui secara detail proses berobat gratis yang telah dilakukan pemerintah.

Mendapati hal tersebut, Dedi sangat berharap, Dinas Kesehatan bisa memberikan penjelasan secara detail, khususnya terhadap warga yang berada di pedesaan, terkait mekanisme berobat gratis tersbebut. “Warga kita masih banyak tinggal di pelosok, mereka tidak mengetahui secara pasti mekanisme berobat gratis tersebut. Ini tugas Dinas Kesehatan untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat, hingga ke pelosok desa,” pungkasnya.

Sementara itu untuk Dapil 1 yang dipimpin David Hadrianto Aljufri juga melakukan hal yang sama. Dalam resesnya, delapan orang anggota dari Dapil I menyayangkan kurangnya perhatian pihak sekolah maupun perangkat desa dalam melakukan pengawasan terhadap proyek yang sedang dikerjakan dan sedang berlangsung.

“Seharusnya jika ada kejanggalan dalam pengerjaan proyek di setiap daerah, hendaknya pihak terkait seperti kepala desa dan kepala sekolah harus melaporkannya secepat mungkin,” ujar David saat acara reses DPRD Kabupaten Empat Lawang dapil 1 Tebing Tinggui di kantor camat Tebing Tinggi beberapa waktu lalu.(*)

Jumat, 04 September 2009

Dewan Baru Belum Ngantor

TEBING TINGGI – Pasca dilantiknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Empat Lawang periode 2009-2014, Selasa (25/8) lalu, hanya beberapa orang saja yang sudah terlihat masuk kerja (ngantor). Sementara beberapa wajah lama ataupun wajah baru, masih belum terlihat mendatangi kantor yang terletak di Talang Banyu, Kecamatan Tebing Tinggi tersebut.

Beberapa wajah baru yang sempat ngantor, juga masih terlihat bingung dan hanya melihat-lihat suasana sekitar geduung DPRD Empat Lawang. Sementara wajah lama yang sudah ngantor, tampak sudah terbiasa dan sudah melakukan aktifitas diruangannya. Mereka bahkan sempat bertanya-tanya kepada staf PNS yang ada di DPRD, keberadaan mereka yang serba baru di gedung DPRD tersebut.

Dedi Herianto, salah satu wajah baru yang sudah menyempatkan diri untuk ngantor di hari pertama kerjanya mengatakan, dirinya merasa terpanggil untuk tetap ngantor, sesaat setelah dilakukannya pelantikan sebagai anggota DPRD Empat Lawang periode 2009-2014.

“Satu jam setelah pelantikan, sudah menjadi kewajiban saya untuk datang ke gedung DPRD dan bekerja sebagai wakil rakyat,” ungkap Dedi, saat ditemui Empat Lawang Expres di gedung DPRD Empat Lawang, Rabu (26/8) lalu.

Namun, ia menjelaskan, hari-hari pertama masuk bekerja sebagai pemegang amanah rakyat, dirinya merasa masih perlu melakukan adaptasi terhadap suasana di DPRD, terlebih ini adalah pengalaman pertamanya sebagai anggota dewan. “Sebagai anggota DPRD yang baru, kami perlu adaptasi terhadap lingkungan DPRD Empat Lawang,” ujarnya, seraya menambahkan seluruh anggota DPRD Empat Lawang akan melakukan pembekalan sebagai anggota dewan, yang diperkirakan 2 September mendatang. “Sembari menunggu pembekalan, tidak ada salahnya jika kami sudah mulai ngantor, untuk melakukan adaptasi lingkungan di DPRD Empat Lawang,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Empat Lawang, A Matcik mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti jadwal masuk kerja bagi anggota DPRD Empat Lawang periode 2009-2014. “Belum ada kepastiannya, terkait jadwal masuk kerja bagi anggota DPRD yang baru. Mereka juga belum melakukan pembekalan sebagai anggota dewan,” ujar Matcik, diruang kerjanya, Jumat (28/8) lalu.(*)

Kamis, 03 September 2009

30 Anggota DPRD 4L Dilantik

SEBANYAK 30 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Empat Lawang, priode 2009-2014, secara resmi dilantik Ketua Pengadilan Negeri Lahat Supriyono SH.

Acara pelantikan yang dihadiri langsung Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) dan Wakil Bupati H Sofyan Djamal (HSJ), berlangsung lancar dan cukup meriah. Hadir pula pada acara yang dilaksanakan Selasa lalu (25/8), dibawah tenda yang dipasang di lapangan upacara pemerintah kabupaten (Pemkab) Empat Lawang itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat Kardi SH, Dandim 0405 Lahat Letkol Inf Agung Indra Dewa, Kapolres Lahat AKBP Drs Iwan Yusuf Chairuddin, Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang HM Eduar Kohar, Sekretaris Dewan (Sekwan) A Matjik US dan para pejabat dilingkungan Pemkab dan DPRD Empat Lawang.

Hadir pula sesepuh masyarakat Empat H Aljufri Ahmad beserta istri, tokoh masyarakat, serta para keluarga anggota dewan yang dilantik. Juga tampak hadir beberapa orang mantan anggota dewan priode 2004-2009.

Usai acara pelantikan, dilangsungkan penyerahan tampuk pimpinan DPRD priode 2004-2009 dari Joncik Muhammad kepada Ketua DPRD Sementara David Aljufri. Serahterima tampuk pimpinan itu ditandai dengan penyerahan palu pimpinan siding dan disaksikan langsung Bupati HBA dan Unsur Muspida.

Sebelum menyerahkan palu pimpinan sidang, Ketua DPRD priode 2004-2009 Joncik Muhammad, yang sempat memimpin sidang menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh elemen masyarakat di bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, karena telah memberikan amanah kepada para anggota dewan untuk duduk dibangku legislatif. ‘’Selama lima tahun dan lebih kurang dua tahun di Kabupaten Empat Lawang, kami telah berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah yang telah diberikan kepada kami dengan penuh ikhlas dan rasa tanggungjawab,’’ ujarnya.

Kemudian pada anggota dewan yang baru, Joncik hanya berpesan semoga dalam menjalankan pengabdian selalu menjunjung tinggi nilai peduli terhadap masyarakat. ‘’Kepada anggota dewan yang baru dilantik, semoga dapat menjalankan pengabdian yang menjunjung tinggi nilai peduli terhadap masyarakat,’’ tegasnya.

Ketua DPRD Sementara David Hadrianto Aljufri, yang sudah dipastikan bakal menjadi ketua defenitif juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Empat Lawang, yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepada para anggota dewan yang baru dilantik, untuk duduk di lembaga legeslatif priode 2009-2014.

Sebagai ketua dewan terpilih, David akan berusaha semaksimal mungkin untuk memangku amanah berupa jabatan Ketua DPRD Kabupaten Empat Lawang. ‘’Insyaallah saya siap menjalankan semua tugas dan tanggungjawab yang telah dipercayakan kepada saya. Tentu juga tak kalah pentingnya saya harapkan dukungan dari semua teman-teman sesama anggota dewan dan kalangan ekskutif,’’ ujarnya.

Ingatkan Janji Politik

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam amanatnya yang dibacakan Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) mengingatkan, para anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang yang telah dilantik agar tidak lupa dengan janji-janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat di masa-masa kampanye, sebagai perwujudan dalam melaksanakan tugas dalam menjalankan amanah rakyat menuju kesejahteraan rakyat.

‘’Dengan tetap berjalan pada koridor yang benar dan sesuai, kita yakin segenap wakil rakyat yang telah dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik sebagai wakil rakyat,” ujarnya.

Selanjutnya Gubernur mengharapkan agar dalam menjalankan tugasnya, seluruh anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang mampu menjalin komunikasi dua arah. Komunikasi ini harus seimbanng dengan kepala daerah dan jajaran eksekutif lainnya serta unsur muspida.

Dalam mencapai perkembangan kabupaten Empat Lawang, konsep ini hendaknya terus dapat dijalankan. Antara legislatif dan exsekutif hendaknya dapat menjalain kesamaan visi dan misi, karena merupakan kerangka awal dalam perkembangan Empat Lawang. “Untuk menghindari adanya kesalahpahaman, setiap masukan harus diberikan secara utuh,” jelasnya.

Dengan adanya komunikasi yang seimbang antara legeslatif dan eksekuti serta berbagai pihak, maka akan meningkatkan peluang perkembangan pembangunan Empat Lawang. “Jangan sampai ada persaingan dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas, hendaknya saling mengisi kekurangan,” imbuhnya.

Selain itu, dalam menjalankan kewajibannya sebagai wakil rakyat, anggota DPRD seyogyanya dapat terus menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat, kalangan pers dan berbagai stoke holders lainnya. Karena tanpa adanya dukungan dari masyarakat tidak mungkin dapat menduduki kursi kehormatan sebagai anggota DPRD Empat Lawang.

Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan penghargaan kepada 30 anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang periode 2009-2014 yang sudah dilantik, Bupati HBA memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para anggota DPRD priode 2004-2009 yang sudah habis masa jabatannya.

“Terima kasih atas kerjasama yang sudah dijalin dengan baik selama masa tugas, kita masih tetap mengharapkan sumbang saran dari saudara dalam mewujudkan perkembangan Empat Lawang,” tutup HBA.(*)

Rabu, 28 Januari 2009

DPRD Dukung Program Empat Lawang EMASS

EMPAT LAWANG – Meski sempat menjadi lawan politik Bupati H Budi Antoni Aljufri SE MM (HBA) dalam pertarungan memperebutkan kursi Bupati Empat Lawang pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) lalu, Joncik Muhammad Ssi MM dengan ikhlas dapat menerima kekalahannya. Pria yang dikenal cukup bersahaja ini berkomitmen untuk mendukung semua program pihak ekskutif dan bupati terpilih, terlebih dalam mewujudkan Empat Lawang EMASS (Ekonomi Maju Aman Sehat Sejahtera).

’’Semua program ekskutif dalam rangka membangun Empat Lawang akan kita dukung sepenuhnya,’’ tegas pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Empat Lawang.

Menurut Joncik, program apa yang dicanangkan HBA lima tahun kedepan tentunya akan membawa perubahan yang signifikan bagi masyarakat. ’’Visi dan misi HBA tentunya untuk kemajuan masyarakat. Semua program bahkan anggaran yang menyangkut kemajuan Empat Lawang akan selalu kita setujui, bahkan kalau sedikit terlambat kita meminta program tersebut dengan cepat,’’ ungkapnya.

Sebagai lawan politik di masa Pilkada, menurut Joncik bukan berarti program yang diusung HBA akan ditentang. ’’Kalah menang dalam proses Pilkada adalah hal biasa. Jadi, siapa pun yang terpilih dan menjabat bupati, tentunya dia adalah bupati kita bersama. Secara tidak langsung saya selaku wakil rakyat mau tidak mau juga harus mengakui beliau adalah bupati kita,’’ ujarnya.

Menurut Joncik, apa saja yang diprogramkan HBA seperti akan membangun balai pengujian kopi, sentra pertanian, dan lainnya itu semua program yang sangat baik untuk pertanian. ’’Bagi saya masa lalu harus diendapkan yang sekarang bagaimana kita memikirkan untuk masyarakat banyak,” tegasnya.

Salah saru program terbesar telah disetujui DPRD, salah satunya pembangunan infrastruktur jalan. ”Langkah yang cepat diambil HBA untuk kemajuan Empat Lawang adalah membangun infrastruktur jalan, itu langkah yang cepat untuk kemajuan ekonomi masyarakat nantinya dan program pembangunan itu diharuskan,”katanya.

Dari program itu saja, ungkapnya lagi 80 persen penyerapan anggaran yang paling besar dari anggaran yang ada sebesar Rp 400 M telah disepakati.

”Tidak itu saja program Bupati untuk mewujudkan pendidikan gratispun kita dari DPRD mendukung sepenuhnya, buktinya saja 20 persen anggaran untuk pendidikan dari anggaran yang ada juga kita sepakati yang diharapkan untuk menciptakan SDM yang handal di Kabupaten Empat Lawang, nantinya,” jelasnya.(sf)

Senin, 28 April 2008

Dua Jabatan Ketua DPRD Lowong


Jabatan Ketua DPRD dua kabupaten Lahat dan Empat Lawang lowong untuk sementara waktu.

Pasal-nya keduaanya harus non aktif dari jabatan setelah mendaftar sebagai balonbup pada Pemilukada Empatlawang.

Lembaga wakil rakyat itu sementara waktu dikendalikan wakil ketua masing-masing sebagai unsur pimpinan.

Sedangkan pejabat pegawai negeri sipil yang telah mendaftar baik balonbup maupun balonwabup diberi kesempatan hingga awal bulan Mei untuk melengkapi persetujuan pimpinan masingmasing.

Ketua KPU Kabupaten Lahat, Rasyid Pajim didampingi Fahrurrozi, SH ditemui Rabu (23/4), membenarkan masih ada calon yang persetujuan pengunduran diri dari jabatannya belum

disertai tanda tangan persetujuan pimpinan, akan tetapi masih diberi kesempatan untuk dilengkapi dan perbaikan berkas.

”Jika hingga limit waktu berakhir awal bulan Mei mendatang belum diperbaiki dan dilengkapi maka dinyatakan gugur,” tandas Fah-rurrozi yang enggan menyebutkan calon dimaksud.

Untuk diketahui, bakal calon yang berasal dari pejabat pegawai negeri sipil Yulizar Dinoto (Wakadishub Sumsel); H. Abdul Shobur (Kadisperindag Sumsel); H Sopyan Djamal (Asisten II Pemkab Muba), dan Idham Madani (Sekwan Tulangbawang Lampung).

Sementara itu dari 5 pasangan calon yang telah mendaftar pada KPU Kabupaten Lahat dan masih tahap verifikasi persyaratan, hanya dua kandidat yang berdomisili di Empatlawang dibuktikan

dengan kartu tanda penduduk (KTP) yakni H. Budi Antoni Aljufri (Ketua DPRD Lahat) dan Joncik Muhammad (Ketua DPRD Empat Lawang).

Senin, 31 Maret 2008

Dewan Empatlawang Reses

DPRD Empatlawang melaksanakan reses pada 26 sampai 29 April mendatang, Wakil ketua I DPRD Kabupaten Empatlawang, David Aljufri Amd, Selasa (25/3), mengatakan, reses wajib dilakukan beberapa anggota dewan untuk turun ke lapangan menemui masyarakat tempat daerah pilihnya.

Tujuannya untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat yang tadinya sempat tidak tersalurkan baik itu, kepada dewan atau pemerintah.”Ada juga diantara masyarakat kita yang tidak berani langsung dating untuk menyampaikan aspirasinya, makanya, dealnya seorang anggota dewan seharusnya turun untuk menemui warga,” katanya. Ia yakin banyak masalah yang dihadapi rakyat seperti belum adanya pembangunan, baik infrastruktur.(stb)

Kamis, 27 Maret 2008

Anggota DPRD Empatlawang Diberhentikan




- KPU Lahat Verifikasi Calon PAW

Dua anggota DPRD Empat Lawang dari Partai Bintang Reformasi diberhentikan partainya dan jabatannya sebagai anggota legislative diganti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lahat memverifikasi persyaratan calon Pengganti Antar Waktu (PAW) keduanya, Selasa (25/3).

Anggota KPU Kabupaten Lahat, Fahrurrozi,SH pada Sripo kemarin mengemukakan, verifikasi yang dilakukan pihaknya didasarkan surat dari DPRD Empat Lawang No. 170/64/I/1.20.01.DPRD/ 2008 tertanggal 18 Februari 2008 perihal penyampaian berkas PAW.

Dikemukakan Fahrurrozi, kedua anggota Dewan tersebut yakni HND dan FHR yang dicabut status keanggotaannya dari partai berdasarkan SK DPP No. 106/KPTS/DPPPBR/ XII/2007 dan No.107/KPTS/DPP-PBR/ XII/2007.

Sedangkan penggantian antara waktu berdasarkan SK DPW PBR Sumsel No. 024/A/DPWPBR- Sumsel/XII/2007 menetapkan HND digantikan Suryadi.

Sedangkan FHR berdasarkan SK DPW PBR Sumsel No. 025/A/DPW-PBRSumsel/ XII/2007 digantikan Saipul Zahri,SE. “Setelah rapat verifikasi hari ini, kemudian akan disampaikan pada Gubernur Sumsel melalui Penjabat Bupati Empat Lawang untuk di SK kan. Kalau alasan penggantian antar waktu itu urusan partai mereka,” tandas Fahrurrozi. (ase)

Rabu, 28 November 2007

Joncik Menang Telak

Empat Lawang , Sripo

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Joncik Muhammad, SSi.MM, terpilih sebagai Ketua DPRD Kabupaten Empat Lawang, setelah mengungguli 2 (dua) kandidat lainnya, pada siding paripurna pemilihan Ketua DPRD, yang berlangsung hari Senen tanggal 26 Nopember 2007 di Tebing Tinggi.

Dari 30 anggota DPRD, Joncik Muhammad menang dengan mengantongi 20 suara, sedangkan David Hadrianto yang diusung Partai Golkar, hanya berada di posisi ke dua dengan perolehan 6 suara, dan Joni Haryono dari Fraksi PDI Perjuangan mendapat 4 suara.

Dengan perolehan suara itu, Joncik didukung oleh 5 Fraksi Dewan Empat Lawang yakni, FPD, FPAN, FPBR, F3P Bangkit dan FPKS.

Sedang dua calon lainnya yakni David Hadrianto otomatis menempati posisi Wakil Ketua I, dan Joni Haryono sebagai Wakil Ketua II.

Pemilihan berlangsung di Kantor DPRD Empat Lawang, kawasan Talang Banyu Tebing Tinggi berjalan lancar dan dijaga ketat aparat keamanan, usai pemilihan kemaren, panitia memusnahkan kertas suara dengan cara dibakar, dan disaksikan oleh Ketua sementara Jamaluddin Adi dan seluruh anggota Dewan.

Ketua terpilih Joncik Muhammad mengatakan, “ setelah terlaksananya pemilihan ini, tugas awalnya adalah membentuk perangkat kelembagaan Dewan yakni, Komisi, Panitia Anggaran, Panitia Legislasi, Panitia Musyawarah dan Badan Kehormatan”.

Setelah itu, agenda kerja yang akan dilakukan secara marathon yakni, pembahasan beberapa Raperda diantaranya Lambang Kabupaten, Organisasi dan Perangkat Pemerintahan, serta Pembahasan RAPBD tahun 2008.

Sumber ; SRIPO