Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Senin, 26 April 2010

Irigasi Sawah Rusak Lagi

EMPATLAWANG - Pembangunan tembok penahan irigasi Desa Lubuklayang, Kecamatan Pendopo diduga asal-asalan. Bangunan yang selesai dikerjakan akhir 2009, kini sudah ambruk.

Pengamatan Sripo, Jumat (23/4), tembok penahan irigasi sepanjang sekitar 100 meter dan tinggi sekitar 1 meter di sisi kiri dan kanan saluran pengairan persawahan desa, ambruk sekitar 10 meter.

Bagian tembok yang ambruk itu sudah masuk ke dalam saluran sehingga menghambat arus air. Padahal air yang mengalir untuk mengairi areal sawah yang luas.

Kades Lubuklayang, Tarwesi membenarkan ambruknya tembok tersebut, padahal baru selesai dikerjakan akhir 2009. Namun ia tidak mengetahui kapan terjadinya. “Memang sudah lama ambruknya,” katanya.

Kepala Dinas PU Empatlawang, H Ismail Hanafi, melalui Kabid Perairan Yan Faisal saat dikonfirmasi mengatakan, ia belum mendapat laporan adanya bangunan tembok irigasi di Desa Lubuklayang

yang ambruk. Namun Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas PU Empatlawang akan melakukan pengecekan ke lapangan.

“Kita belum mendapat laporan dari tim peninjau ataupun dari warga mengenai hal tersebut. Nanti kita akan cek ke lokasi kebenarannya,” katanya singkat.

sumber : sriwijaya post

Selasa, 17 Maret 2009

Lagi-lagi Warga Keluhkan Irigasi

PAIKER – Lagi-lagi masalah salurah irigasi di wilayah Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) dikeluhkan warga. Kali ini tembok pengaman saluran irigasi persawahan warga Desa Muara Rungga, yang ambrol sejak lima bulan lalu. Akibat ambrolnya tembok pengaman tersebut, sekitar 276 hektar areal persawahan tidak dapat melakukan penggarapan.

Hal disebabkan areal sawah yang akan ditanami padi mengalami kekeringan. Padahal, bila saluran irigasi dapat mengairi persawahan warga, dalam setahun dapat melakukan cocok tanam sebanyak dua kali. Namun, untuk tahun ini warga memastikan kalau mereka hanya bisa bercocok tanam hanya satu kali.

‘’Semestinya saat ini warga sudah melakukan penggarapan lahan untuk ditanami padi, tetapi tidak mengalirnya air irigasi sawah mengalami kekeringan,’’ demikian diungkapkan Ketua BPD Fauzi Somad kepada Empat Lawang Expres saat meninjau langsung lokasi ambrolnya tembok pengaman.

Menurut Fauzi, ambrolnya tembok pengaman tersebut disebabkan luapan sungai Air Keruh yang terjadi beberapa bulan lalu. Nah, sejak ambrolnya tembok pengaman saluran air ke areal persawahan warga menjadi terganggu. ‘’Air sama sekali sudah tidak mengalir ke persawahan warga, kalaupun ada air itu hanya air hujan,’’ katanya.

Untuk mengalirkan kembali air ke areal persawahan, menurut Fauzi, secara bergotong royong warga pernah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan cara membuat bendungan seadanya agar air dapat dialirkan ke saluran irigasi. Namun sayangnya, upaya yang dilakukan warga sia-sia karena air yang mengalir tidak sampai ke areal persawahan warga yang mencapai ratusan hektar tersebut.

‘’Warga sudah beberapa kali memasang penahan apanya agar air masuk ke saluran irigasi. Upaya tersebut memang sedikit berhasil namun sawah yang dapat dialiri hanya beberapa hektar saja,’’ ujarnya.

Dikatakannya, sebelum terjadinya bencana alam tersebut warga dapat bercocok tanam dua kali dalam setahun. ‘’Dengan kondisi sekarang ini mungkin hanya dapat sekali bercocok tanam,’’ tambahnya.

Atas nama warga, Fauzi berharap kepada pemerintah agar dapat segera memperbaiki kerusakan pada tembok pengaman tersebut. ‘’Karena kalau tidak segera diperbaiki kami khawatir ratusan hektar sawah bisa menjadi lahan tidur,’’ jelasnya.(*)

Jumat, 02 Januari 2009

Petani Minta Saluran Irigasi ditingkatkan

PAIKER – Guna meningkatkan hasil produksi padi, masyarakat di lima desa dalam Kecamatan Paseman Air Keruh (Paiker) mengusulkan agar pembangunan jaringan irigasi yang mengairi sawah mereka dapat ditingkatkan lagi. Memasuki 2009 pihak kecamatan akan mengusulkan pembangunan semua saluran irigasi menjadi permanen.

’’Bila saluran irigasi dari Bendung Air Keruh (BAK) dibangun, sedikitnya 900 ha lahan dapat dikembangkan menjadi areal persawahan,’’ Demikian dikatakan Camat Pasemah Air Keruh Zulni SH kepada Empat Lawang Expres beberapa hari lalu.

Lebih lanjutnya dikatakan Zulni, dengan terjadinya pengembangan lahan persawahan ini nanti, dapat dipastikan produksi beras di daerah itu juga akan mengalami peningkatan. Saluran irigasi yang diusulkan untuk dibangun tersebut sepanjang lebih kurang 9 Km.

Menurutnya, saluran irigasi yang dibangun itu nanti akan mengaliri persawahan warga di lima desa masing-masing, Desa Tanjung Beringin, Pagar Jati, Penantian, Nanjungan dan Air Mayan. Selama ini, air dari irigasi memang sudah mengaliri sawah penduduk namun belum merata. ’’Sebagian sawah sudah menerima aliran air, namun masih banyak diantaranya masih kurang lancar dialiri airi irigasi,’’ jelasnya.

Tidak hanya mengusulkan pembangunan saluran irigasi yang melintasi lima desa ini saja, pihak kecamatan juga mengusulkan pembangunan serupa dari Bedung Lawang Agung (BLA).

’’Untuk saluran irigasi dari BLA kita usulkan peningkatan pembanguan saluran sepanjang lebih kurang 3 Km. Bila pembangunan saluran di daerah ini dilakukan juga akan berdampak untuk meningkatkan produksi beras, karena sedikitnya 300 ha lahan akan dibuka masyarakat,’’ jelasnya.

Masih menurut Zulni, pengembangan lahan sawah akan dilakukan bila saluran irigasi dapat mengairi lahan sawah yang akan dibuka penduduk. Lahan sawah yang akan dikembangkan terdiri dari lahan sawah tidak produktif dan lahan perkebunan kopi.(*)