Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Kamis, 17 Juni 2010

Jalan Tebingtinggi-Pendopo Prioritas

EMPATLAWANG - Jalan poros Tebingtinggi-Pendopo yang saat ini tahap pengerasan menjadi sasaran pembangunan. Selain itu rumah dinas dan beberapa perkantoran juga akan dibangun.

Diyakini dengan pembukaan jalan antara pusat pemerintah dengan pusat perekomian masyarakat, akan membawa efek pembangunan yang pesat.

Tahun 2010 akan dibangun tiga rumah dinas untuk Sekda dan dua Wakil Ketua DPRD Empatlawang. Selain itu juga pembangunan tiga perkantoran, yakni Kantor Perpustakaan, Kantor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kantor PKK.

Untuk pembangunan tiga perkantoran dan tiga rumah dinas telah disiapkan lahan 11.094 meter persegi atau satu hektare lebih.

Rencana itu disampaikan Sekda Empatlawang, HM Eduar Kohar saat meninjau persiapan pembangunan gedung perkantoran dan rumah dinas yang bakal dibangun di Km 0,4 atau 400 meter dari Jalan poros Tebingtinggi-Pendopo, Rabu (16/6).

Menurutnya, pembangunan 6 gedung ini ditargetkan dilaksanakan selama 6 bulan. “Pemkab menargetkan tahun 2010 ini akan selesai.

Selanjutnya akan diterapkan pembangunan lainnya, yang tentunya akan dilaksanakan bertahap,” ujarnya.

Dikatakannya, pembangunan perkantoran dan lainnya direncanakan disekitar jalan poros tersebut, misalnya terminal.

Jalan poros dianggap strategis karena akan ramai dan merupakan jalan poros yang utama mengingat jarak tempuh dengan kecamatan lainnya lebih singkat.

Setidaknya jalan Tebingtinggi-Pendopo yang dahulunya sepanjang 48 Km, sedangkan jalan poros ini hanya 27 Km.

sumber : sriwijaya post

Jumat, 02 Oktober 2009

Pembukaan Jalan Poros Rampung

TEBING TINGGI – Belum sampai tiga bulan dikerjakan, pembukaan jalan poros Tebing Tinggi–Pendopo, yang dikerjakan TNI Manungal kini telah rampung. Pembukaan jalan yang dimulai dari Trans 3 A Tebing Tinggi pada Juli lalu, kini sudah tembus hingga ke pinggiran sungai belakang pasar, Kecamatan Pendopo.

“Pengerjaannya sudah melampaui target, dari perencanaan selama tiga bulan pengerjaan. Memasuki minggu ke sepuluh atau dua bulan lebih pengerjaannya sudah rampung,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Empat Lawang HM Eduar Kohar (HEK) saat dibincangi Empat Lawang Expres beberapa waktu lalu.

Menurut Sekda HEK, Setelah pembukaan ini, akan dlanjutkan dengan kegiatan merapikan sepanjang jalan tersebut hingga ke titik awalnya atau ke Tebing Tinggi. “Untuk selanjutnya hanya merapikan bekas sampah batang kayu yang masih berada di sepanjang jalan tersebut, karena pengerjaannya tidak melenceng maka panjang jalan poros tetap sesuai perencanaan yaitu sepanjang lebih kurang 27 kilometer hingga ke bibir sungai Air Lintang,” jelas Sekda HEK.

Dikatakan, untuk di lokasi sungai Air Lintang, akan dilakukan pembangunan jembatan, direncanakan sepanjang lebih kurang seratus meter. Dengan demikian badan jalan nantinya akan ditemukan dengan bentangan jembatan tersebut.

Sesuai perencanaanya, untuk pengerasan jalan akan diambil alih pengerjaannya oleh pihak provinsi Sumatera Selatan. Direncanakan pengerasan akan dilakukan pada 2010 mendatang. Selanjutnya setelah dibuka jalan yang merupakan akses pembuka jalur perekonomian Kabupaten Empat Lawang ini, rencananya akan dikembangkan sebagai jalan penghubung antar provinsi.

Pengerajaan dapat berjalan dengan lancar, berkat kerjasama yang baik antara semua pihak. Pemerintah dan pihak TNI yang telah melakukan pengerjaan secara serius dan berkeinginan besar untuk membangun Empat Lawang.

Selain itu, suksesnya pengerjaan ini hingga melampaui target yang direncanakan. Tidak lepas dari kerjasama dan pengorbanan para pemilik lahan yang dibebaskan. Karena sejak pembukaan hingga pengerjaan selesai tidak ada keluhan ataupun hambatan dari para pemilik lahan tersebut.

“Ini merupakan prestasi besar untuk Empat Lawang, karenanya pemerintah mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat terutama pemilik lahan yang telah dibebaskan untuk pengerjaan jalan poros tersebut. kita berharap dengan dibukanya akses ini akan dapat mendukung perkembangan perekonomian Kabupaten Empat Lawang,” pungkasnya.(*)

Jumat, 27 Maret 2009

Peta Jalan Poros Masih Belum Final

Tim TMMD Akan Survei Lintasan

EMPAT LAWANG – Rencana pembukaan jalan poros Tebing Tinggi-Pendopo saat ini masih dalam proses pemetaan yang dilakukan jajaran Kodam II Sriwijaya. Bahkan tim TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) yang akan dipimpin Asisten Teritorial (Aster) Kodam II Sriwijaya Letkol Inf Bambang BK, minggu ini akan terjun ke lokasi guna melakukan survei terhadap lintasan jalan yang akan dibuka.

’’Minggu ini kita (tim TMMD,red) akan turun melakukan survei dengan cara menyelusuri langsung lintasan jalan poros yang akan dibuka,’’ demikian dikatakan Asisten Teritorial (Aster) Kodam II Sriwijaya Letkol Inf Bambang BK, saat dikonfirmasi via ponselnya beberapa hari lalu.

Menurut Letkol Bambang, setelah usai melakukan survei pihaknya akan kembali membuat peta dengan tidak keluar dari gambar peta yang telah dirancang jajaran Pemkab Empat Lawang. ’’Peta yang ada sekarang masih belum final, karena itu kita harus menyelusuri lintasan yang akan kita buka untuk jalan,’’ katanya.

Survei lapangan, katanya tidak bisa hanya dilakukan sekali. ’’Karena setelah kita buat peta baru, nanti akan kita cocokkan kembali dengan lokasi lintasan,’’ ujarnya, seraya menambahkan kalau survei yang akan dilakukan pihaknya bisa berlangsung hingga tiga kali.

Masih menurut Letkol Bambang, dalam peta yang dibuat Pemkab Empat Lawang masih banyak lokasi jalan berkelok sehingga panjang jalan yang akan dibuka berjarak sekitar 26,5 kilometer. Sementara jalan yang akan dibuka merupakan jalan poros yang tentunya harus ditarik lurus, tanpa banyak kelokan. ’’Dari hasil survei dan perubahan peta itu nanti, bisa saja panjang jalan tidak sampai 26,5 kilometer. Bisa saja jadi 24 kilometer,’’ tambahnya.

Dikatakannya, hasil survei tiga pekan lalu dan peta yang telah dibuat jajaran Pemkab Empat Lawang, saat ini telah dilaporkan ke Panglima Kodam II Sriwijaya.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, Letkol Bambang dengan didampingi sejumlah perwira Kodam II Sriwijaya tiga pekan lalu melakukan tinjauan ke lokasi jalan poros yang akan dibuka. Tinjauan pertama tersebut dilakukan guna melihat langsung kondisi medan lapangan. Mulai dari jenis tanah, permulaan jalan untuk menentukan titik koordinat. Bahkan langsung melihat objek wilayah. Mulai dari seberapa jauh antara jalan dengan perkebunan, juga seberapa jauh dengan melintasi sungai.

Untuk menentukan titik koordinatnya nanti, TNI juga menggunakan pedoman global position system (GPS). Nah, penggunaan GPS ini tentunya lahan yang akan dibuka harus dijalani dan ditempuh terlebih dahulu. Agar tidak terjadi kesalahan dalam pengukurannya. Saat ini diperkirakan jarak jalan poros antara Tebingtinggi – Pendopo berkisar 25 km.

Sementara itu Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM (HBA) mengatakan, pembukaan jalan poros tersebut akan dilakukan dengan tiga kali pengerjaan. Yang pertama, pembukaan yang akan dikerjakan melalui TMMD dengan menelan dana sebesar Rp2 miliar. Kemudian tahun depan dilanjutkan dengan pengerasan, baru tahun selanjutnya akan dilakukan pengaspalan hotmik.

’’Pembangunannya tidak bisa dilakukan sekaligus, karena dana yang bakal tersedot untuk pembangunan jalan poros bukan sedikit,’’ ujarnya.

Pembukaan jalan poros ini, menurut bupati bertujuan untuk menyatukan Kota Tebing Tinggi dan Pendopo. ’’Nantinya Tebing Tinggi-Pendopo akan menyatu, jarak tempuh kedua daerah ini kalau selama ini lebih dari satu jam, dengan adanya jalan poros bisa kurang dari setengah jam,’’ jelas bupati.

Bagaimana dengan jalan Tebing Tinggi-Talang Padang-Pendopo yang ada saat ini? ’’Jalan yang ada sekarang tetap menjadi perhatian kita. Pembangunan jalan yang sudah ada sekarang tetap akan diprioritaskan dan akan kita tingkatkan lagi pembangunannya,’’ ujar HBA.(*)