Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Jumat, 24 Juni 2011

Camat Harapkan Tinjau Lokasi Wisata

Dalam melihat potensi wisata yang ada di Kabupaten Empat Lawang terutama di Kecamatan Talang Padang tepatnya di Desa Ulak Dabuk adanya air terjun. Oleh karena itu, camat Talang Padang mengharapkan adanya intansi terkait untuk bisa meninjau lokasi wisata tersebut.

Iskandar mengatakan, mengingat di Kecamatan Talang Padang saat ini belum memilki tempat wisata, maka dinas terkait dalam hal ini Dishubkominfo dan Pariwisata untuk bisa memanfaatkan ini dikarenakan muda-mudi yang ada di kecamatan ini memanfaatkan untuk bersantai dikantor camat terutama sore hari.

“Maka dari itu, masyarakat Talang Padang mengharapkan agar potensi wisata air terjun di Desa Ulak Dabuk dapat di tinjau sehingga potensi wisata tersebut dapat dikatakan layak atau tidak layak untuk dibangun,” harap Iskandar.

Selain itu, apabila potensi air terjun tersebut layak untuk dimanfaatkan maupun dibangun, maka objek wisata di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati bertambah. Disamping itu, dapat meningkatkan dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun menjadi salah satu warga sekitar.
“Ini merupakan potensi yang perlu ditinjau karena apabila memang layak maka kabupaten termuda di Sumsel ini akan menambahkan objek wisatanya,” ujarnya.

Senin, 09 Agustus 2010

Dua Objek Wisata di Empatlawang Disurvei

Dua objek wisata yang bakal dibangun oleh Pemkab Empatlawang, yakni Air Terjun Tujuh Panggung yang berada di Desa Tanjungalam, Kecamatan Lintangkanan dan Suban Air Panas di Desa Penantian, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), sudah disurvei konsultan dari Jakarta. Hasilnya mempunyai tanggapan positif, sehingga pembangunan wisata ini segera dilaksanakan.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Empatlawang, Bustomi mengatakan, sebenarnya Empatlawang banyak tempat wisata, hanya saja belum dibangun fasilitasnya, sehingga yang ada masih alami. Sebanyak objek wisata yang ada, dua objek wisata yang bakal dibangun ini dinilai memiliki prospek yang bagus kedepannya, karena tidak banyak dimiliki oleh kota lain.

“Pemandangannya lebih bagus dan belum ada di kota-kota lainnya, sehingga apabila dibangun akan menarik minat wisata lainnya. Ya, kita fokuskan pembangunan di dua tempat wisata itu karena diyakini nantinya akan selalu ramai dikunjungi,” ujarnya.

Dikatakannya, tahun 2010 ini pihaknya mempersiapkan master plan dan DED pembangunan dua wisata itu, sehingga tahun 2011 nantinya pembangunannya sudah bisa dilaksanakan. Berbagai sarana dan prasarana yang akan disiapkan nantinya dengan desain seindah mungkin, sehingga susananya sangat indah, sehingga bisa menjadi salah satu tempat wisata tujuan wisatawan luar kota.

“Pihak konsultan dari hari Rabu kemarin sampai sekarang sedang malakukan survei, tanggapannya cukup bagus. Untuk dana pembangunannya nanti akan dianggarkan oleh Pemkab Empatlawang serta meminta bantuan dari Pemprov dan tidak menutup kemungkinan mencari bantuan dana pusat,” jelasnya.

sumber : sriwijaya post

Senin, 05 Oktober 2009

Objek Wisata Akan Dibersihkan

TEBING TINGGI – Tindaklanjut dari pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Empat Lawang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) telah merencanakan program pembersihan lingkungan objek wisata unggulan. “Oktober ini kita merencanakan program kebersihan daerah wisata dengan melakukan penebasan dan pembersihan lingkungan wisata,” ujar Kepala Disbudpar Empat Lawang Bustomi ketika dibincangi di kantornya pekan lalu.

Dikatakan Bustomi, dalam perencanaan ini pihaknya telah mengajukan pendanaan pada anggaran biaya tambahan (ABT) Kabupaten Empat Lawang 2009. “Alhamdulillah telah disetujui dan Bupati Empat Lawang sangat respek dengan program ini. Anggaran sudah dimasukkan dalam ABT dan kita pastikan akan segera berjalan dalam waktu dekat,” terang Bustomi.

Untuk anggaran pembersihan lokasi wisata tersebut telah diajukan sebesar Rp115 juta. Dan akan dilakukan pada dua lokasi objek wisata unggulan Empat Lawang yaitu, air terjun tujuh panggung yang berada di Desa Tanjung Alam, Kecamatan Lintang Kanan serta lokasi Suban Air Panas yang berada di Kecamatan Pasemah Air Keruh. “Kita akan melakukan pembersihan lokasi tersebut dengan radius minimal 200 meter ke semua sisi. Bahkan berkemungkinan lebih dari 200 meter. Tergantung kebutuhan dalam pengembangannnya,” lanjutnya.

Seyogyanya, di lokasi tersebut akan disiapkan areal bersih minimal 4 hektar. Karena sesuai perencanaannya di lokasi tersebut akan dibangun beberapa taman buah dan bangunan infrastruktur lainya. Termasuk agenda pembangunan pembangkit listrik.

“Kalau lokasinya sudah bersih, kita yakin minat masyarakat untuk mengunjunginya akan semakin besar. Selain itu dalam pengembangannya kita juga akan lebih mudah,” kata Bustomi.

Pengembagan desa wisata dan potensi wisata di Empat Lawang memang membutuhkan waktu yang tidak singkat. Tetapi dengan pengelolaan yang dimulai dari sekarang kita yakin dal;am waktu dekat potensi tersebut akan lebih terbuka dan dapat mendukung perkembangan ekonomi Empat Lawang.(*)

Kamis, 10 September 2009

Dua Obyek Wisata Disurvei

EMPAT LAWANG – Dua objek wisata unggulan di Kabupaten Empat Lawang, masing-masing Air Terjun Tujuh Panggung, di Desa Tanjung Alam dan Rantau Alih serta Suban Air Panas yang terletak di Desa Penantian, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) segera dikelola dan dijadikan objek wisata unggulan.

Tim Terpadu yang terdiri dari Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Kehutanan, Dinas Tanaman Pangan, Bagian Pembangunan, Bappeda, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan pihak Kecamatan Lintang Kanan serta seluruh kades se-Kecamatan Lintang Kanan dan Kecamatan Paiker, mengadakan survei lokasi objek wisata tersebut.

Sebelum melakukan survei ke lokasi, tim terpadu juga mengadakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, terkait rencana Pemkab Empat Lawang membangun objek wisata Air Terjun Tujuh Panggung dan Suban Air Panas.

Dari hasil sosialisasi kepada masyarakat, terlihat antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat sekitar dalam membantu tim terpadu membuka dan menjadikan lokasi tersebut sebagai objek wisata.

“Tim terpadu sudah meluncur ke lokasi dan berdialog dengan masyarakat sekitar, Alhamdulillah masyarakat sangat mendukung rencana pemerintah untuk menjadikan Air Terjun tujuh Panggung dan Suban Air Panas sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Empat Lawang,” ungkap Kadisbudpar, Bustomi, diruang kerjanya beberapa hari lalu.

Dalam sosialiasi kepada masyarakat, dijelaskan bahwa terapan dari destinasi pariwisata di Empat Lawang memang betul-betul akan dikembangkan dan dilaksanakn secepat mungkin. Dengan begitu, dukungan penuh dari masyarakat sekitar sangat diharapkan, demi terwujudnya objek wisata yang dimaksud.

“Jika masyarakat sekitarnya mendukung, semakin cepat pula rencana pemerintah mengembangkan objek wisata tersebut terlaksana,” tambahnya.

Dijelaskannya, Disbudpar sangat bersyukur terhadap dinas lainnya yang sangat mendukung rencana pengembangan dua objek wisata tersebut. Dari hasil survei tersebut, pihaknya bisa menganggarkan keperluan dana 2010 nanti. Sementara sebagai tindak lanjut dari survei tersebut, Disbudpar segera melakukan kegiatan tebang tebas di sekitar areal menuju lokasi objek wisata tersebut. Namun terlebih dahulu harus melalui persetujuan dari pemerintah.

“Jika pemerintah menyetujui, kita akan melakukan tebang tebas di sekitar lokasi menuju areal objke wisata,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selain air terjun tujuh panggung, disebelahnya juga terdapat air panas seperti yang ada di Suban Air Panas Paiker.(*)

Selasa, 02 Juni 2009

Air Terjun Tujuh Panggung

Tujuan wisata di wilayah Sumatra Selatan ternyata tidak hanya berupa objek yang sudah dikenal umum, tetapi ada juga objek yang belum digarap dan masih “perawan”, berada di lokasi yang tersembunyi. Salah satunya, air terjun Tujuh Panggung di Desa Tanjungalam, Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang.

Sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Lahat, Kabupaten Empat Lawang memiliki tidak sedikit objek wisata, yang selain memberikan keindahan, juga sedikit tantangan. Di lokasi di atas deretan Bukit Barisan yang terletak 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl), air terjun Tujuh Panggung memang memberikan nuansa segar alam pegunungan. Alam yang masih belum tersentuh ini terletak di antara kebun-kebun warga dan hutan perawan.

Untuk mencapainya, pengunjung harus rela berjalan kaki sekitar tiga jam dari desa terdekat, Desa Tanjungalam. Kalau mau naik ojek, sebenarnya ada, tetapi hanya separuh jalan. Selebihnya pengunjung tetap harus berjalan kaki meniti jalan setapak di lereng bukit yang terjal dan licin berlumut. Kepala Desa Tanjungalam Jon Kenedi mengakui selama ini keindahan air terjun ini hanya dinikmati warga desanya. Itu pun terbatas yang punya kebun di sekitarnya.

Air terjun di panggung pertama terdiri dari enam deretan air mancur yang masing-masing setinggi sekitar dua meter dan di bawahnya ada lubuk sedalam sekitar 3-4 meter dengan luas sekitar 4x5 meter. Air yang jernih dan dingin membuat keinginan berendam tak tertahankan.

Sementara itu, panggung kedua hingga ketujuh juga memberikan nuansa yang berbeda, karena ketinggian masing-masing air terjun memang berbeda, antara 5-14 meter. Di panggung ketujuh, malahan terdapat dua sumber air yang mengucur ke lubuk di bawahnya. Hanya saja, panggung ini sepertinya memberikan kesan angker karena ada pusaran air yang cukup kuat.

Di atasnya lagi, sesungguhnya masih ada dua panggung air terjun. Namun belum ada satu orang pun yang berani menapakinya, karena memang jalan ke sana cukup terjal. Kemiringan tebing bebatuannya mencapai 45 derajat. Selain curam, tebing ini juga berlumut sehingga sulit didaki.

Nuansa alami yang liar ini memang memberikan kesan tersendiri bagi mereka yang punya minat menikmati wisata alam. Hanya saja, lokasi ini cukup jauh dari Kota Palembang. Jarak Palembang ke Tebing Tinggi ditempuh dalam waktu tujuh jam menggunakan mobil atau kereta api.

Sumber Air Panas

Suasana lebih meriah karena diramaikan oleh para pemburu babi. Ketua Persatuan Olahraga Berburu Babi (Porbi) Sumatra Selatan Hamlian membawa serta sedikitnya seratus pemburu lengkap dengan anjing. Hasilnya, 14 ekor babi hutan berhasil ditangkap dalam sehari dari kawasan perkebunan dan ladang masyarakat setempat.

Jika menggunakan kereta api, tersedia dua jadwal, siang dan malam. Kalau memilih kelas ekonomi bisa berangkat siang hari dari Stasiun Kertapati, Palembang dengan tujuan Lubuklinggau. Atau jika memilih kelas bisnis dan eksekutif berangkat malam hari. Jika berangkat dari Kertapati pukul 21.00 WIB, tiba di Stasiun Tebing Tinggi sekitar pukul 04.00 WIB.

Kalau memilih menggunakan mobil, pengunjung bisa menumpang bus ataupun menggunakan jasa agen perjalanan. Dari Tebing Tinggi menuju lokasi desa terdekat bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam. Kendaraan angkot bisa disewa untuk mencapai kawasan ini. Jadi untuk menikmati air terjun ini, dari Palembang pengunjung membutuhkan waktu tiga hari, termasuk perjalanan Tebing Tinggi-Palembang.

Kelelahan menempuh perjalanan dari Desa Tanjungalam ke lokasi air terjun rasanya terbayar ketika sudah menikmati kesegaran sawah alam di air terjun. Sepanjang jalan desa dan jalan setapak, ladang, sawah, serta gemericik air sungai menemani. Seusai menikmati air terjun, dua sumber air panas yang berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan kaki juga bisa melengkapi perjalanan wisata alam ini. Jadi kalau Anda mau berwisata di lokasi yang alami, perawan, dan masih liar, objek ini bisa menjadi pilihan. (Muhamad Nasir/SH)