Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Kamis, 27 Desember 2012

Puluhan Honorer Batal Diangkat CPNS- Bupati Surati Kemenpan dan RB

Bupati Empatlawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) menyurati Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) untuk meminta penjelasan batalnya puluhan honorer kategori 1 (K1) di angkat menjadi CPNSD tahun ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Empatlawang Januarsyah Hambali mengatakan, surat tersebut dimaksudkan agar Kemenpan dan RB bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan penjelasan yang rinci dan alasan batalnya 50 honorer K1 tersebut. Selain itu, Sekda Empatlawang juga berkirim surat kepada Bupati Lahat Cq Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lahat untuk meminjamkan berkas-berkas para honorer tersebut semasa masih menjadi honorer Kabupaten Lahat.

“Bupati sudah menyurati Kemenpan dan RB. Untuk mempermudah para honorer dalam menyiapkan berkas yang diperlukan, Sekda juga berkirim surat kepada Bupati Lahat Cq Kadisdik untuk meminta bantuan,”ungkapnya. Pihaknya, kata Januarsyah, tidak akan melepaskan masalah tersebut. Apalagi, Bupati Empatlawang sudah menginstruksikan hal tersebut. Untuk berkas yang masih dianggap kurang oleh Kemenpan dan RB adalah masalah penggajian mereka, terutama dari tahun 2008 ke bawah.

Di mana, puluhan honorer tersebut masih terdaftar sebagai honorer Kabupaten Lahat sebelum Empatlawang dimekarkan. Berkas yang diperlukan dari Disdik Lahat tersebut di antaranya daftar anggaran satuan kerja (DASK) Disdik Kabupaten Lahat tahun 2008 ke bawah serta surat perintah membayar (SPM). Ketua Komisi 1 DPRD Empatlawang HA Fachruruzam mengatakan, pihaknya akan terus serta mengawal dan mengawasi permasalahan tersebut.

Apalagi, sesuai janji pemerintah, sudah selayaknya para honorer tersebut diangkat menjadi CPNSD. Pihaknya juga menyayangkan masih adanya permasalahan yang terjadi.

sumber : sindo

Kamis, 06 Mei 2010

Empatlawang Kekurangan 2.500 PNS

EMPATLAWANG - Kabupaten Empatlawang hingga saat ini masih kekurangan sekitar 2.500 pegawai negeri sipil (PNS). Jumlah tersebut untuk mengisi formasi diberbagai instansi, kantor, sekolah dan sebagainya. Kekurangan pegawai tersebut berdampak pada input suatu instansi.

Kondisi kekurangan sumber daya manusia bisa pemerintahan ini juga menjadi keluhan pihak instansi di Empatlawang. Misalnya, di sekolah MAN Tebingtinggi dari penuturan Kepala Sekolahnya, Syaiful, PNS yang ada hanya 2 orang dari 23 guru. Itupun guru mata pelajarannya tidak sesuai dengan basic atau disiplin ilmu yang dimiliki.

Kita masih kekurangan guru PNS, sehingga berdampak pada mutu pendidikanya,” kata Syaiful. beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal itu, Kepala BKD Empatlawang, Anwar Yakub, Jumat (30/4), membenarkan Empatlawang masih kekurangan sedikitnya 2.500 pegawai. Oleh karena itu BKD Empatlawang telah mengusulkan formasi CPNS Empatlawang untuk tahun 2010 ini kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan BR) sebanyak 1.000 orang.

Setidaknya Jumlah PNS yang ada ditambah dengan CPNS 2009 lalu sebanyak 2.500 orang. Jumlah tersebut baru 50 persen dari kebutuhan PNS di Empatlawang,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah tersebut merupakan jumlah idealnya PNS suatu kabupaten, dimana jumlah PNS yang ada sebanyak 2 persen dari jumlah penduduk kabupaten tersebut. “Dari jumlah penduduk yang ada di Empatlawang ini, idealnya PNS yang ada sebanyak 5.000 orang, sedangkan yang ada kurang lebih 2.500 pegawai,” katanya.

sumber :sriwijaya post

Kamis, 01 Oktober 2009

Berharap Ada Penambahan Guru PNS

TEBING TINGGI – Dibukanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Empat Lawang formasi pendidikan, memberikan harapan tersendiri bagi Dinas Pendidikan Empat Lawang. Sebab, dengan adanya formasi pendidikan tersebut, kekurangan tenaga pengajar yang sudah menjadi PNS bisa sedikit berkurang.

Meskipun jumlah formasi pendidikan yang ditetapkan pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan yang ada, setidaknya bisa menambah tenaga pengajar PNS yang ada sebelumnya. Dengan jumlah formasi Pendidikan yang direncanakan mencapai 161 orang, memang masih jauh dari kata cukup. “Kita berharap selalu ada penambahan guru PNS, baik melalui pengangkatan guru honor maupun melalui penerimaan test CPNS. Supaya dunia pendidikan di Kabupaten Empat Lawang bisa terus berkembang menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang,” ungkap Kadisdik Aminudin Bahar, Selasa lalu.

Dijelaskannya, kekurangan tenaga pengajar yang berstatus PNS di Kabupaten Empat Lawang dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) mencapai ratusan orang. Sementara formasi penerimaan CPNS untuk pendidikan hanya 161 orang. Hal ini tentunya masih jauh dari cukup, namun Alhamdulillah ada penambahan.

“Kekurangan guru PNS memang masih banyak, bahkan mungkin tidak akan terpenuhi hingga tiga kali penerimaan dan pengangkatan CPNS. Namun, setidaknya bisa menambah kekurangan guru yang ada selama ini,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kekurangan guru PNS di seluruh sekolah se-Kabupaten Empat Lawang mencapai 600 orang. Sebagai gambaran, untuk tingkat SD, kekurangan guru PNS mencapai 222 orang. Sementara untuk SMP dan SMA mencapai dua kali lipat dari kebutuhan PNS yang ada di tingkat SD.

Diperkirakan, kekurangan guru PNS di Empat Lawang menjadi salah satu penyebab banyaknya siswa yang gagal dalam mengikuti Ujian Nasional (UN) beberapa waktu lalu. Bahkan, yang lebih parah, ada beberapa sekolah yang hanya memiliki seorang guru PNS atau hanya kepala sekolah (Kepsek) nya saja yang sudah menjadi PNS. Sedangkan guru yang ada selain kepsek, hanya berstatus honor biasa yang mempunyai latar pendidikan setingkat SMA atau sederajat.

Hal inilah yang semestinya menjadi perhatian pihak terkait, supaya Kabupaten Empat Lawang tidak ketinggalan dengan daerah lain, terutama dalam dunia pendidikan. Kita belum bisa bermimpi untuk berprestasi lebih baik, jika keadaan seperti ini belum segera diatasi.(*)

Selasa, 24 Maret 2009

Pemkab Usulkan 560 CPNS 2009

100 Orang Tamatan SMA

EMPAT LAWANG – Kabar gembira bagi masyarakat di bumi Saling Keruani Sangi Kerawati. Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang kembali akan melakukan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap kedua. Untuk melakukan penerimaan CPNS tersebut, Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) akan mengusulkan jumlah penerimaan sebanyak 560 orang. Dari jumlah tersebut, 100 orang diantaranya berasal dari tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Bupati HBA mengatakan, usulan penambahan jumlah penerimaan CPNS tersebut saat ini telah disampaikan ke Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) di Jakarta. ‘’Ini baru usulan yang telah kita sampaikan ke BAKN di Jakarta, yang menentukan pihak pusat. Ini kita lakukan guna untuk memenuhi kekurangan pegawai di Empat Lawang,’’ katanya.

Dikatakannya, dalam formasi 2009 pihaknya secara maksimal akan melakukan penerimaan formasi lulusan SMA. Hal ini dilakukan untuk memenuhi staf di lingkungan dinas instansi di Pemkab Empat Lawang.

‘’Masalah penerimaan CPNS ini tidak ada unsur politik, karena pegawai lulusan SMA sangat kita butuhkan sebagai staf. Tahun lalu telah kita usulkan namun belum dipenuhi,’’ ujarnya seraya menegaskan untuk tahun ini pihaknya akan berusaha keras mengusulkan agar tamatan SMA pun bisa diterima menjadi CPNS. ‘’Tahun ini kita telah mengusulkan penerimaan CPNS untuk tamatan SMA sebanyak 100 orang dari 560 orang formasi yang diusulkan,’’ jelasnya.

Mengenai waktu pembukaan penerimaan pegawai, bupati belum dapat memastikannya, karena merupakan kewenangan pemerintahan pusat dalam hal ini BAKN, namun prediksinya akan dilaksanakan Mei 2009 mendatang. ”Kemungkinan Mei sudha kita buka penerimaan PNSD ini,’’ terangnya,

HBA mengimbau warga Empat Lawang untuk dapat bersaing sehat memperebutkan jumlah formasi yang nanti di butuhkan dan sudha disetujui BAKN mendatang, pihaknya pun menjamin tidak ada permainan dalam perekrutan. Jika ada pihak yang mengatas namakan pemkab Empat Lawang menjanjikan lulus tes maka dapat melaporkan kejadian langsung kepada Bupati Empat Lawang. ”Jadi nanti silakan bersaing sehat,” pungkasnya.(*)

Senin, 02 Februari 2009

Februari, PNS 6 Hari Kerja

EMPAT LAWANG – Tampaknya Kabupaten Empat Lawang terus melakukan pembenahan, terlebih ditekankan pada kinerja dengan menerapkan kedisiplinan. Mulai Februari Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM (HBA) akan menerapkan enam hari kerja kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang.

Menurut Bupati, penerapan sistem enam hari kerja tersebut dimaksudkan agar seluruh jajaran Pemkab Empat Lawang dapat lebih disiplin guna menciptakan kesinergian terhadap hasil kerja yang lebih optimal.

“Sistem ini akan kita terapkan mulai 1 Februari nanti. Dan dihimbaukan kepada seluruh pejabat Empat Lawang agar menjadi lebih disiplin lagi, terutama untuk memperbaiki waktu kerja dalam melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya kepada Empat Lawang Expres beberapa hari lalu.

Ditegaskannya, bagi para pejabat yang bandel dan tidak mengindahkan himbauan tersebut, akan dikenakan sanksi tegas. “Bagi yang bandel akan kita berikan pembinaan, guna ke depan akan tercipta kepercayaan penuh masyarakat terhadap pemerintahan Empat Lawang dalam memberikan pelayanan yang optimal,” tegasnya.

Dilanjutkannya, penerapan sistem tersebut sudah dilakukan terlebih dahulu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan dan Kota Palembang. Sedangkan untuk Kabupaten Empat Lawang secara otomatis mengikuti sistem tersebut.

“Seluruh wilayah di Sumatera Selatan ini akan segera diterapkan sistem 6 hari kerja. Empat Lawang sendiri sebagai daerah otonomi yang ingin maju, harus mengikutinya,” paparnya seraya menambahkan jika selama ini dalam sepekan hanya 5 hari kerja sudah tidak efektif lagi. Hal ini dikarenakan, akan memberikan ruang bagi para pejabat untuk meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagi pegawai Negara yang melayani masyarakat.

“Sistemnya saja yang berubah, kalau waktunya akan tetap masuk jam setengah delapan pagi (07.30 WIB,red), dan pulang jam empat sore (16.00 WIB,red). Sedangkan Sabtu masuk seperti biasa, dan pulangnya jam satu siang,” pungkasnya seraya menjelaskan kalau Sabtu pada pelaksanaan nantinya tidak bisa dipastikan, bisa saja jam dua bahkan sampai sore.

“Jangan dikira saya tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan, saya tahu apa yang kalian (para pejabat, red) lakukan, masih saja ada yang bolos ataupun pulang sebelum masa kerja habis,” keluhnya.

“Bagi para pejabat yang lama dan baru harus menyadari fungsi dan jabatan masing-masing, bila perlu, keluarganya yang ada di luar Empat Lawang, ajak ke kabupaten ini,” tuturnya.

Sebagaimana dituturkannya, setiap jabatan yang telah diberikan, harus segera dilaksanakan demi bersama-sama menciptakan Empat Lawang EMASS dapat terealisasikan segera. Dicontohkannya, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang setiap harinya banyak mendapatkan pekerjaan proyek yang semuanya harus dilaksanakan segera.

“Dalam satu hari, Dinas PU bisa-bisa ada 5 atau lebih pekerjaan berat yang semuanya berkaitan dengan pembangunan Empat Lawang ini. pekerjaannya juga mesti dilakukan pengawasan dan penelitiannya terlebih dahulu yang memakan waktu lama, dan baru bisa dilaksanakan pembangunannya. Jadi dengan hal ini, harus menjadi gambaran bagi kita semua, agar pada saat penutupan tahunnya nanti, semua tidak ada kata-kata terlambat atau belum dilaksanakan lagi,” tegasnya.(sf)

Rabu, 31 Desember 2008

21 Sekdes akan diangkat menjadi PNS

EMPAT LAWANG – Sebuah kabar menggembirakan bagi para Sekretaris Desa (Sekdes) di Kabupaten Empat Lawang. Pada 2009 mendatang, sedikitnya 21 Sekdes akan segera diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

’’Pengangkatan 21 Sekdes ini akan segera kita lakukan mengingat surat keputusan (SK) pengangkatan yang telah dikeluarkan Pemkab Lahat telah keluar,’’ demikian dikatakan Kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Empat Lawang Drs Burhansyah melalui Sekretaris BPMD Rasidi, saat ditemui diruang kerjanya kemarin.

Menurut Rasidi, SK ke 21 Sekdes tersebut dikeluarkan Pemkab Lahat karena saat dilakukan pengusulan, Kabupaten Empat Lawang masih bergabung dengan Kabupaten Lahat. ’’Jadi memang agak sedikit terlambat karena pengeluaran SK menunggu dari Pemkab Lahat,’’ jelasnya.

Kapan akan dilakukan pelantikan, menurut Rasidi, direncanakan akan dilaksanakan pada Januari 2009 mendatang. ’’Segera akan kita lantik pada Januari 2009 mendatang,’’ katanya.

Siapa-siapa saja Sekdes yang akan dilantik, Rasidi masih enggan menyebutkan nama-nama para Sekdes. ’’Nantilah setelah pelantikan, nama-namanya masih belum bisa kita sebutkan satu persatu,’’ ujarnya singkat.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga telah mengusulkan pengangkatan terhadap 25 Sekdes lainnya. ’’Saat ini kita baru mengusulkan pengangkatan, dan berkemungkinan pelantikan akan dilakukan pada tahap selanjutnya,’’ jelasnya.

Dikatakannya, selama 2009 ditargetkan seluruh Sekdes di Kabupaten Empat Lawang dipastikan akan selesai dilantik menjadi PNS.(sf)

Selasa, 18 November 2008

November, Pemkab Empat Lawang Rekrut CPNS

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri, mengatakan diperkirakan penerimaan CPNS bagi Kabupaten Empat Lawang akan dilakukan bulan November ini. Hal tersebut mempertegas informasi bahwa Kabupaten Empat Lawang bakal menerima sebanyak 323 orang formasi CPNS 2008 melalui jalur umum seperti yang pernah diungkapkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) beberapa waktu lalu.

“Jumlahnya sekitar 323 orang, namun formasinya nanti kita akan kita jelaskan secara resmi” ujar Toni, untuk proses seleksinya seperti yang lain ada tes tertulis terlebih dahulu sama seperti daerah lain.
Namun setelah dinyatakan lulus, Bupati menyatakan hal tersebut masih akan melalui tes wawancara lagi, “Saya yang akan mewawancarainya langsung.
Dengan demikian kita akan memperoleh calon PNS yang benar-benar dapat bertanggung jawab dalam membangun Empat Lawang ini nanti,” tegas Bupati.
Sementara itu, secara pasti kapan akan dilaksanakan, hingga saat ini, pihak BKD Kabupaten Empat Lawang masih menunggu jawaban dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat.
Kepala BKD Kabupaten Empat Lawang Sulaiman Effendi, mengaku hingga kini belum menerima kabar kapan akan terlaksananya proses rekruitmen para calon abdi negara tersebut dikarenakan sampai saat ini kejelasan mengenai hal tersebut harus dipertimbangkan lagi.
“Kabupaten kita ini kan masih baru, nanti tentu akan memerlukan pegawai baru lagi. Untuk itu kita akan mempersiapkan kepanitiannya, termasuk ruangan dan kelengkapan lainnya,” tegas Sulaiman.