Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Kamis, 01 Juli 2010

Api Hanguskan Delapan Rumah di Ulumusi

Sedikitnya 8 unit rumah warga dan satu mushola di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ulumusi habis dilalap si jago merah, Rabu (30/6) sekitar pukul 19.30. Kerugian sementara akibat kebakaran ini mencapai Rp 500 juta lebih.

Informasi yang dihimpun di lapangan, api yang tiba-tiba membesar dan menyambar di rumah yang ada sekitarnya berawal dari rumah Kadi. Dalam hitungan kurang dari satu jam, api dengan cepat menyambar rumah yang berada didekatnya yang sebagian besar masih terbuat dari kayu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun sedikitnya 8 rumah dan satu mushola habis terbakar, yakni rumah Suardi, Alha, Rizal, M.Ariana, Choiri, Cik Asim, Ishak, Kadik. serta 3 terpaksa dirobohkan untuk menghindari api menyambar ke rumah lainnya.

Tim Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) Empatlawang yang menerima laporan warga langsung meluncur ke lokasi. Sebelum 5 armada ini tiba di lokasi, karena jarak tempuh cukup jauh, warga pun bahu membahu memadamkan api dengan menggunakan perlengakapan seadanya, ,mereka menyiramkan air menggunakan ember dan beberapa kayu.

Beberapa rumah yang terbakar ada yang tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka yang berada dalam rumah, karena api dengan cepat menyambar. Jerit tangis keluarga pun memecah keramaian di kegelapan malam yang terang oleh api tersebut.

Setidaknya, 23 kepala keluarga harus kehilanga tempat tinggal dalam insiden ini.

Camat Ulumusi, M.Taufik mengatakan, belum bisa dipastikan penyebab kebakaran ini, dugaan sementara api berasal dari rumah Kadi. Saat kejadian listrik sedang padam dari siang hingga malam. “Belum bisa dipastikan penyebabnya, namun dalam kejadian setidaknya 8 rumah dan satu mushola terbakar. Sedangkan 3 rumah lain terpaksa dirobohkan masyarakat untuk menghidari meluasnya api,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Ulumusi, AKP Hersanudin membenarkan telah terjadinya kebakaran di Desa Tanjung Agung yang menghabiskan banyak rumah warga, untuk sementara bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal ini diungsikan ke rumah tetangga terdekat. Ia juga belum bisa memastikan penyebab kebakaran. “Penyebab kebakaran ini sedang dalam penyelidikan kepolisian. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 21.00, setelah mendapat bantuan tim PBK dari Tebingtinggi,” ujarnya, seraya menghimbau agar warga waspada akan terjadinya kebakaran, apalagi sekarang ini akan memasuki musim kemarau. “Sebelum meninggalkan rumah ataupun tidur, hendaknya api di dapur telah dipastikan padam. Dengan demikian, bisa mengurangi kemungkinan akan terjadin kebakaran, ya kita harus waspada dengan bahaya kebakaran ini,” himbaunya.

Rabu, 28 April 2010

Pembuatan Kolam Di Setiap Dusun

EMPATLAWANG - Memasuki musim kemarau yang ditandai kurangnya curah hujan dan udara semakin panas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) siaga mengantisipasi bahaya kebakaran.

Itu ditambah dengan situasi bahwa perumahan di Kabupaten Empatlawang masih terbuat dari papan yang rawan terbakar. Apalagi susunan perumahan yang jaraknya sangat dekat, bahkan berdempetan. Kondisi ini pun mempermudah api menyambar ke rumah warga lainnya.

“Kita menghimbau warga agar setiap desanya membuat kolam penampungan air agar bisa digunakan pada saat pemadaman api. Dengan demikian, apabila armada Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) kehabisan bisa langsung mengambil air di kolam penampungan tersebut,” kata Sekda Empatlawang, Eduar Kohar, Selasa (27/4).

Ia menambahkan, rencana tersebut segera disosialisasikan kepada masyarakat melalui pemerintah kecamatan dan desa. “Pembuatan kolam nantinya dengan dana swadaya masyarakat sendiri, karena ini demi kepentingan masyarakat sendiri,” katanya.

Selain itu, armada PBK standby di tiga titik, yakni di Kecamatan Pendopo wilayah tugas pemadaman Kecamatan Pendopo dan Talangpadang. Selanjutnya di Kecamatan Muarapinang wilayah tugas pemadaman Kecamatan Muarapinang dan Lintangkanan, serta di Kecamatan Ulumusi untuk wilayah tugas pemadaman Kecamatan Ulumusi dan Pasma Air Keruh.

Nantinya, setiap titik akan standby 1 unit armada PBK, dengan demikian bila terjadi kebakaran penanggulangan cepat dilakukan. “Nantinya Camat yang akan menjadi koordinatornya,” jelas Eduar.

Kepala BPBD Empatlawang, Hasbullah HA membenarkan, program penempatan armada di tiga titik tersebut. Namun belum untuk pembuatan kolam di setiap desa. “Ya, nantinya kita akan menempatkan satu armada ke setiap titik setelah 2 unit mobil PBK yang kondisinya rusak sudah selesai diperbaiki,” katanya.

Penempatan armada disertai lengkap dengan personilnya. “Kita akan menempatkan mobil yang bagus di tiga titik itu, sedangkan 2 mobil yang sudah tua standby di ibukota,”

sumber : sriwijaya post