Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Senin, 26 Oktober 2009

Kerusakan Jalan Capai 60 Persen

TEBING TINGGI – Hampir rata-rata kondisi jalan di wilayah bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, mengalami kerusakan diatas 60 persen. Data pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Empat Lawang, dari 378,6 Km panjang jalan kabupaten, 151,44 Km atau 60 persen dalam kondisi rusak dan perlu segera mendapatkan perbaikan.

Demikian juga dengan jalan negara, dari 35 Km total panjang jalan negara, 25 persen dalam kondisi baik, sedangkan 75 persen perlu perbaikan. Sedangkan jalan provinsi total panjang 128 Km, 32 persen dalam kondisi baik dan 68 persen perlu perbaikan. “Saat ini secara berkala pemerintah terus melakukan pembenahan, demi kelancaran lalu lintas,” ujar Kadis PU Ismail Hanafi, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sesuai dengan ungkapan yang disampaikan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin saat lawatannya pada HUT ke Kabupaten Empat Lawang 4 Mei lalu, 8.800 Km panjang jalan provinsi di wilayah Sumsel kondisinya rusak berat. Untuk memperbaikinya memerlukan anggaran yang besar dan tidak bisa dilakukan dalam satu tahun anggaran.Untuk memperbaiki kerusakan tersebut sedikitnya memerlukan dana Rp1,2 Trilyun, karenanya harus dilakukan secara bertahap. Oleh karena anggaran induk Sumsel (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) saat ini hanya Rp2 Trilyun, jika perbaikan dilakukan sekaligus akan menyedot alokasi dana yang lain.

Ini jelas tidak mungkin, sebab masih banyak alokasi lain yang harus dipenuhi. Diantaranya anggaran sekolah, kesehatan, belanja pegawai dan lainnya. “Semua akan kita perbaiki, karena ini sangat penting dan berkaitan erat dengan peningkatan ekonomi masayarakat, tapi harus dilakukan bertahap,” tegasnya.

Untuk diketahui tahun anggaran 2009, Pemerintah Provinsi melalui pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum(DPU) Bina Marga mengalokasikan dana sebesar Rp11,5 Miliar untuk membuka akses kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) dengan Kecamatan Muara Pinang.

Selama ini Paiker-Muara Pinang tidak terhubung, karena untuk menuju dan dari Paiker ke Muara Pinang harus melalui jalur Padang Tepong-Kota Pendopo. Kedepan hal itu tidak perlu lagi karena aksesnya telah terbuka yakni melalui Simpang Perigi-Kunduran-Raman -Pendopo-Muara Pinang.

Sementara itu Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) mengatakan, pembangunan infrastruktur di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati terus dilakukan. Tahun anggaran 2009 Pemkab sedang membuka jalan poros Tebing Tinggi-Pendopo. Selain lebih layak dan landai dibandingkan akses via Talang Padang (jalan lama,red), akses yang dibuka dengan melibatkan unsur TNI ini jauh lebih pendek yakni 24 Km atau dua kali lipat lebih dekat dibandingkan akses lama 55 Km.

Akses ini akan dibuat dua jalur, masing-masing jalur lebarnya 7 Meter dengan lebar bahu jalan 1 meter. Jadi total lebar keseluruhan jalan 16 Meter.

Pembangunanya dilakukan secara bertahap. 2009 adalah pembukaan jalan. Anggaran yang disiapkan untuk membuka akses ini sebanyak Rp2 Miliar. 2010 dilanjutkan dengan pengerasan dan agregat kelas A, berikutnya 2011 dilanjutkan dengan aspal hotmik. “Ini tidak bisa dilakukan sekaligus, aksesnya kita buka bertahap,” imbuh HBA, seraya menambahkan tahap pertama baru dibuka satu jalur.(*)

0 Comments:

Poto Anggota Komunitas L4L