Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Senin, 14 Desember 2009

Harga Elpiji Tembus Rp 20.000

EMPATLAWANG - Walau harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram (Kg) untuk Kabupaten Empatlawang ditetapkan paling tinggi Rp 14.100, namun hal itu tak berlaku di wilayah Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker). Di sana harga elpiji 3 Kg berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000.
Kondisi tersebut tentu saja dikeluhkan warga. Apalagi, warga setempat sebagian hanya berprofesi sebagai petani yang penghasilannya tidak menentu. “Harusnya pemerintah memantau langsung ke bawah. Kalau memang menyalahi aturan HET harus disanksilah para pedagang itu,” ujar Nurman (43), seorang warga setempat.

Sebelumnya Pemkab Empatlawang telah menetapkan HET elpiji 3 Kg, yakni Kecamatan Paiker Rp 14.100, Tebingtinggi Rp 12.750, Pendopo 13.380, Muara Pinang Rp 13.610, Lintang Kanan Rp 13.770, dan Kecamatan Ulumusi Rp 13.770. HET tersebut sesuai dengan SK Bupati Empatlawang No 500/25/KPT/2009, dengan pertimbangan jarak yang ditempuh.

Warga Paiker pun berharap, agar pemerintah bisa memperhatikan dan meninjau ke lapangan akan tingginya harga tersebut, karena sejak konversi gas banyak masyarakat yang telah beralih ke kompor gas. “Kami keberatan dengan harga jual yang terlalu tinggi, karena dengan harga itu bagi kami diluar kewajaran,” kata Anis, salah satu warga.

Namun para pemilik pangkalan harga tersebut disesuaikan dengan jarak kota dengan agen tempat mengambil tabung elpiji. Alasannya, mereka harus membayar ongkos transportasi pengangkutan tabung LPG sampai ke tempat. Kabag Ekonomi Setda Empatlawang, H Jusmi mengatakan, pihaknya telah mengimbau kepada para pemilik agen ataupun pangkalan/pengecer untuk menyesuaikan harga jual dengan HET yang telah ditetapkan. “Apabila didapati yang menjual diatas HET akan dikenakan sanksi,” katanya.

Sumber : sriwijaya post

2 Comments:

Affan said...

Blog yang sangat edukatif dan informatif keep work myfriend

bay said...

katanya gas 3kg untuk rakyat kecil, tapi harganya bisa melambung begitu, bagaimana ini

Poto Anggota Komunitas L4L