EMPATLAWANG - Areal persawahan tadah hujan di Kecamatan Muarapinang dan beberapa desa di Kecamatan Pendopo bakal diairi dengan irigasi. Persawahan yang tadinya hanya panen setahun sekali bisa menjadi tiga kali dalam setahun.
Pengairan persawahan itu dengan membangun irigasi Sungai Air Lintang Kiri, sungai terbesar yang melintasi Muarapinang. Luas area persawahan yang bisa terairi mencapai 4.000 hektar.
Kepala Dinas PU Empatlawang, Ir. H. Ismail Hanafi, SE, MTP melalui Kabid Perairan, Yan Faisal, SE, MTP mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Irigasi Wilayah 8 Palembang untuk pembuatan Detail Engineering Design (DED) dalam perancangan bangunan dan kebutuhan
anggaran dana. Anggaran sudah di ajukan ke pusat. “Nantinya akan mendapat bantuan dana dari luar negeri untuk pembangunannya yang diperkirakan sekitar Rp 55-65 milyar,” katanya, Selasa (2/2).
Pembangunan fisik irigasi mulai dilaksanakan tahun 2011. Untuk tahun 2010, Pemkab Empatlawang akan melaksanakan Amdal lebih dahulu dengan dana dari APBD Empatlawang. “Amdal sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi agar bantuan tersebut bisa cair,” jelasnya.
Sebenarnya pembangunan irigasi tersebut bisa dilaksanakan tahun 2010. Hanya saja masih terganjal Amdal. “Mereka tinggal menunggu Amdal. Apabila cepat selesai maka pembangunan irigasi semakin cepat terlaksana,” ujar Yan.
Irigasi yang dibangun cukup besar karena sungai yang akan dibendung juga besar. Dari pembangunan irigasi, selain air sungai bisa dimanfaatkan juga berpengaruh terhadap pertanian.
sumber : sriwijaya post

















0 Comments:
Post a Comment