Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Jumat, 29 Oktober 2010

Dana Proyek Lampu Jalan Diduga Menyimpang

Proyek pemasangan lampu jalan yang dilaksanakan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Empatlawang tahun 2008 lalu, diduga menyimpang. Diperkirakan kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk memastikan kebenaran dugaan penyimpangan proyek senilai Rp 600 juta itu, tenaga ahli dari PLN Kabupaten Lahat, auditor BPKP, tenaga ahli dari PPTK dan tenaga ahli Jaksa Penyidik diturunkan ke lapangan melakukan pengecekan langsung.

Dugaan penyimpangan dana pemasangan lampu jalan di tujuh kecamatan dalam di Empatlawang sebanyak sembilan paket itu diduga bermasalah dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), setelah adanya laporan masyarakat.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Tebingtinggi, Suwarno, Kamis (28/10) mengatakan, dugaan penyimpangan dana pemasangan lampu jalan ini diketahui sejak akhir 2009 silam dari laporan masyarakat dan temuan di lapangan.

Laporan kemudian ditindaklanjuti hingga sekarang dan langsung dilakukan pengecekan oleh tenaga ahli di bidangnya.

“Ini baru sebatas dugaan, makanya penyelidikan ini dilakukan oleh tenaga ahli selama tiga hari terakhir ini. Hasil penyelidikan akan memberikan kepastiannya, Insyaallah hasilnya objektif karena dilakukan oleh tim ahli yang langsung turun ke lapangan,” ujarnya.

Selain menerjunkan tim penyidik ini, pihaknya sudah memanggil beberapa pihak terkait yakni Bendahara, Sekretaris Distamben, PPTK dan pengawas lapangan yang bertugas saat itu.

“Ada beberapa orang yang sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Dari keterangan inilah bisa memperkuat bukti penyimpangan yang tentunya akan disinkronisasikan dengan penemuan di lapangan,” jelasnya.

sumber ; sriwijaya post

0 Comments:

Poto Anggota Komunitas L4L