Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Jumat, 03 Desember 2010

3 Tahun Ratusan Ha Sawah Kering

Sedikitnya ratusan hektar sawah di Desa Gedungagung dan Tanjungtawang, Kecamatan Muarapinang, tidak bisa digarap lagi karena kekeringan.

Sawah para petani sudah kekeringan sejak tiga tahun terakhir setelah jebolnya beberapa titik irigasi pengairan persawahan itu.

“Terhitung pasca bencana banjir akibat luapan Sungai Kuro tahun 2002 dan 2007 lalu, tiga titik tanggul merupakan subsidi pengairan sawah masyarakat roboh. Akibatnya tiga tahun belakangan sawah kami kering dan tidak bisa digarap,” ujar Tirta (54) warga Desa Gedungagung, Kamis (2/12).

Menurutnya, jebolnya beberapa titik irigasi yang panjangnya bervariasi mencapai 6 meter, bermula akibat bencana luapan Sungai Kuro 2002. Warga berupaya memperbaiki secara swadaya masyarakat dengan menambal.

Namun luapan Sungai Kuro tahun 2007 kembali merusak irigasi sehingga kerusakan makin parah dan sawah tidak bisa diairi.

“Kami sangat berharap dilakukan perbaikan agar areal persawahan kami dapat kembali dimanfaatkan. Sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan keluarga dari bersawah ini,” ujar Tirta.

Pengajuan perbaikan sudah disampaikan melalui Kades sejak 2002 dan 2007 lalu. Namun hingga saat ini belum ada realisasinya. Warga berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi di lapangan.

“Akibat kerusakan ini, tidak hanya Desa Gedungagung dan Tanjungtawang yang rugi. Desa Muarapinang Lama dan Sapa Panjang kena imbas. Selain itu kami meminta penambahan saluran irigasi sepanjang 50 meter untuk areal persawahan yang rusak akibat bencana itu,” kata Tirta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Empatlawang, HIsmail Hanafi mengatakan, kades dan warga setempat diharap mengajukan permohonan perbaikan ke Pemkab Empatlawang. Kemungkinan perbaikan dapat diupayakan dengan dana pasca bencana.

“Pihak kita sudah mendapat informasi bencana di daerah itu, nanti kita akan meninjau ke lokasi untuk memastikan jenis keruakan yang ada,” ujarnya.

sumber ; sriwijaya post

0 Comments:

Poto Anggota Komunitas L4L