Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Senin, 07 Februari 2011

Jangan Serobot Lahan Kami

Ratusan warga Desa Sukadana, Kecamatan Muarapinang, meminta PT Karya Kencana Sentosa Tiga (KKST), memindahkan alat berat milik perusahaan yang masuk desa sejak dua hari lalu.

Tuntutan dilatarbelakangani kekhawatiran PT KKST akan membuka lahan sawit. Padahal warga tidak pernah merasa memperjualbelikan lahan untuk pembebasan lahan.

Warga Desa Sukadana nyaris membakar alat berat milik KKST untuk meluapkan kemarahannya. Namun aksi mereka dihadang aparat desa setempat.

Mereka pun mendatangi Kantor Camat Muarapinang menyampaikan penolakannya dan mengultimatum agar perusahaan menarik keluar alat berat sampai pukul 00.00.

Warga tak ingin alat berat menyerobot lahan mereka untuk ditanami sawit. Mereka juga bertambah geram karena ada informasi setidaknya lahan sawit di desa mereka yang akan dibuka seluas 300 hektare.

“Kita juga menyesalkan kehadiran perusahaan ini, karena bukan memberikan dampak positif, tetapi sebaliknya meresahkan warga. Oleh karena itu, harus dikaji ulang pemberian izinnya, jangan sampai

semakin banyak menimbulkan banyak masalah, ya yang kita utamakan perekonomian rakyat, bukan pihak tertentu,” ujar Rusiwan, seorang tokoh masyarakat.

Sebelumnya, warga beberapa desa di Kecamatan Pendopo juga menolak alat berat dari PT Empat Lawang Agro Perkasa (ELAP), satu grup dengan PT KKST, yang melalui jalan desa.

Kades Sukadana, Hermanto mengatakan, warga sudah resah dengan adanya pemasangan tanda batas yang dikabarkan dari pihak perusahaan sawit.

“Namun, kita tidak tahu kebenarannya, siapa yang memasang, nah mereka ini khawatir kalau alat berat itu menyerobot lahan mereka,” ujarnya.

Camat Muarapinang, M Alhumaidi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihak pemerintah sebagai mediator warga desa dengan perusahaan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Sayangnya, pihak perusahaan sulit dihubungi sehingga belum ada keputusan.

Kapolsek Muarapinang, AKP Raden Mas mengatakan, pihaknya telah turun ke lapangan untuk memantau situasi, jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Untuk sementara kini kondisi masih aman dan terkendali. Namun, kita tidak bisa memastikan nantinya, karena batas waktu yang diberikan pukul 00.00, paling jalan yang baik dari pada alat berat

itu dibakar massa lebih baik kita rusak kuncinya untuk membawa alat berat itu keluar dari desa,” ujarnya.

sumber ; sripo

0 Comments:

Poto Anggota Komunitas L4L