Selamat Datang

Tanggal 20 April 2007, daerah Lintang IV Lawang diresmikan sebagai Kabupaten yang ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, KABUPATEN EMPAT LAWANG sebutannya,yang meliputi 7 Kecamatan: Pendopo Lintang, Muara Pinang, Lintang Kanan, Ulumusi, Pasemah Air Keruh, Talang Padang dan Tebing Tinggi, melalui Media ini kami akan menampilkan Kabar dan perkembangan Kabupaten baru ini, baik dari sisi “Pembangunan, Seni Budaya, Pariwisata, Kebudayaan dan Sosial Politik” Media ini sebagai jembatan Silaturahmi Masyarakat Lintang IV Lawang yang ada di seluruh penjuru dunia, sebagai wujud kebersamaan membangun Kampung Halaman tercinta, kepada para pengunjung Blog ini kami persilakan anda mengutip/menyunting isi blog ini dan mohon dapat anda sebutkan sumbernya, yang tentunya kami berharap Suku Lintang IV Lawang dapat dikenal oleh masyarakat diseluruh dunia, untuk Masyarakat Empat Lawang yang Singgah disini saya undang anda untuk bergabung di KOMUNITAS/MILLIS Empat Lawang, silakan Klik alamat ini : http://groups.google.co.id/group/lintang-iv-lawang?hl=id Kritik dan saran kirim ke is.majid@gmail.com

AddThis

Bookmark and Share

Senin, 19 Desember 2011

Semerbak Potensi Kopi Empatlawang

Aroma dan rasa kopi,apalagi disuguhkan dalam keadaan panas dan asap yang masih mengepul akan menimbulkan kenikmatan tersendiri bagi para penikmat kopi.

Cita rasa yang dihasilkan dapat menambah semangat dan gairah tersendiri bagi penikmatnya. Rasa khas kopi asli memang selalu menggugah penikmatnya untuk selalu menikmati secangkir kopi. Tanaman kopi memang dapat tumbuh di berbagai wilayah tropis,namun tidak banyak daerah yang menjadi sentra penghasil kopi.

Untuk di Sumatera Selatan,Kabupaten Empatlawang salah satunya.Bahkan daerah ini menjadikan kopi sebagai ikon daerahnya.Tidak lengkap rasanya,jika datang ke Empatlawang tanpa menikmati secangkir kopi atau tidak membawa oleh-oleh kopi sebagai produk perkebunan andalan daerah tersebut. Kabupaten Empatlawang merupakan Kabupaten termuda di Sumsel.Kabupaten yang beribukota Tebing Tinggi tersebut resmi terbentuk berdasarkan Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2007 dan diresmikan pada 20 April 2007.

Kabupaten yang merupakan pemekaran Kabupaten Lahat tersebut memiliki 8 kecamatan yang terdiri dari 148 desa dan 8 kelurahan. Empatlawang yang memiliki tupografi daerah perbukitan,dikenal sebagai daerah sentra penghasil kopi di Sumsel.Dari 8 kecamatan,7 kecamatan di antaranya mengandalkan kopi sebagai produk andalan pertanian. Luasan perkebunan kopi di kabupaten dengan slogan Saling Keruani Sangi Kerawati tersebut mencapai 60.398 hektar lebih.

Saat ini perkebunan kopi di Empatlawang masih merupakan perkebunan rakyat dan menjadi mata pencarian utama.Tidak kurang dari 37.554 kepala keluarga (KK) di Empatlawang berprofesi sebagai petani kopi.Itulah menjadi salah satu alasan pemerintah setempat menjadikan kopi sebagai ikon daerah.Sehingga timbul istilah,belum merasa ke Empatlawang jika belum menikmati secangkir kopi dan membawa oleh-oleh kopi dari Empatlawang.

Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertambangan Energi (Dishutbun Tamben) Empatlawang Susyanto Tunut mengatakan, masyarakat Empatlawang tidak bisa dipisahkan dengan tanaman kopi. Karena,selain jenis perkebunan tersebut cocok dengan kondisi tanah dan cuaca di Empatlawang, tanaman tersebut sudah turun temurun digeluti oleh mayoritas masyarakat. Meskipun saat ini kopi asal Empatlawang belum dijual dengan kemasan khusus dan dipasarkan secara nasional,namun kekhasan kopi Empatlawang sudah mulai dikenal.

“Untuk hasil perkebunan andalan,kopi masih menduduki peringkat pertama hasil perkebunan di Empatlawang dibanding jenis tanaman perkebunan lain,”ujar dia. Saat ini hasil produksi kopi asal kabupaten Empatlawang mencapai 33.625 ton per tahun dari total 60.398 hektar tanaman kopi yang ada di Empatlawang.Dari jumlah luasan lahan perkebunan kopi tersebut terdapat 1.724 hektare tanaman kopi belum menghasilkan atau masih dalam tahap perkembangan batang sebelum masuk masa panen buah pertama.Kedepan, dipastikan jumlah produksi kopi di Empatlawang akan semakin meningkat.

Kabid Perkebunan Dihutbuntamben Empatlawang Joko Sundoko mengatakan,kopi di Empatlawang mayoritas adalah jenis Robusta.Hal ini karena jenis tersebut sangat cocok dengan kondisi tanah dan cuaca di Empatlawang.Kopi jenis tersebut dapat tumbuh dan berkembang biak di wilayah Empatlawang. Meskipun perbukitan, namun letak geografis Empatlawang tergolong rendah,dibawah 600 meter di atas permukaan laun (dpl).Kondisi tersebut cocok untuk perkembang biakan kopi jenis Robusta dibanding jenis lain seperti Arabika.

“Sekarang ini kita sedang lakukan pola pengembangan tanaman kopi melalui sistem kultur jaringan dan jenis varietas baru yang disebut kopi SEG atau Soumatic Embrio Genesis. Karena jenis ini cocok di Empatlawang,”ujar dia. Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Empatlawang Irhan Ghopar mengakui,saat ini pihaknya belum memiliki indeks harga jual dan dan jumlah permintaan pasar kopi Empatlawang.Salah satu alasannya,karena kabupaten tersebut baru terbentuk.

sumber ; sindo

1 Comment:

egy fahlevy said...

bos numpang copas...
sapo tau bermanfaat untuk empat lawang...

Poto Anggota Komunitas L4L